Umi Pipik Menitikkan Air Mata, Ungkap Alasan Menggunakan Cadar

Dihadapan ratusan hijabers Medan bercerita bagaimana awal mula Ia mendapat hidayah untuk menggunakan cadar.

Umi Pipik Menitikkan Air Mata, Ungkap Alasan Menggunakan Cadar
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Umi Pipik saat mengisi Talkshow Inspiratif yang diadakan oleh Hijabers Community Medan dalam acara Hijabers Community Day (HCD) di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam Nomor 12, Sei Sikambing D, Minggu (13/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Terdapat cerita unik dan inspiratif saat Umi Pipik mengisi Talkshow Inspiratif yang diadakan oleh Hijabers Community Medan dalam acara Hijabers Community Day (HCD) di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam Nomor 12, Sei Sikambing D, Minggu (13/10/2019).

Perempuan dengan nama lengkap Pipik Dian Irawati Popon ini, di hadapan ratusan hijabers Medan bercerita bagaimana awal mula ia mendapat hidayah untuk menggunakan cadar.

Kejadian tersebut beemula saat Ia pergi Umroh sebagai brand ambasador pada tahun 2016.

Saat itu Ia mengaku masih membawa keangkuhan diri dan mengaku senang dipuji-puji sebagai public Figure.

"Tapi saat 2016 dan 2017, saya berangkat umroh, saya mendapatkan pelangalaman luar biasa yang istilahnya tparan buat saya.

Saya merasakan perang batin yang luar bisa, saat umroh ini kaki menuju masjid tapi enggak nyampe-nyampe, padahal masjidnya dekat sekali dengan hotel, karena sifat ke'aku-an tadi, masih jadi public figur, senang dipuji-puji," katanya.

Baca: Umi Pipik Menangis Ceritakan Titik Nol Dalam Hidupnya, Pernah Nyanyi dari Kafe ke Kafe

Pipik Dian Irawati Popon alias Umi Pipim saat mengisi Talkshow Inspiratif yang digelar Hijabers Community Medan dalam acara Hijabers Community Day (HCD) di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam Nomor 12, Sei Sikambing D, Minggu (13/10/2019).
Pipik Dian Irawati Popon alias Umi Pipim saat mengisi Talkshow Inspiratif yang digelar Hijabers Community Medan dalam acara Hijabers Community Day (HCD) di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam Nomor 12, Sei Sikambing D, Minggu (13/10/2019). (TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN)

Saat menginjakkan kaki di Raudhah Ia mebgaku mendapat hidayah dan menyadari kesalahan yang Ia perbuat.

"Tapi saat di Raudhah, saya tersungkur malu pada Allah, sholat diinjak-injak kepala, ditendang, saat itu begitu hinanya saya di hadapan Allah, saya menangis dan mendapat petunjuk.

Istilah kasarnya kamu itu siapa sih disini.

Saya memohon petunjuk saya enggak mau di dunia orang megenal dan memuji saya tapi di akhirat Allah tak mengenal saya," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved