428 Orang Masih Dipasung Keluarga, Ada 4.139 Orang dengan Gangguan Jiwa di Sumut

Pemasungan termasuk upaya perampasan kemerdekaan seseorang dan pelaku pemasungan dapat dipidanakan.

428 Orang Masih Dipasung Keluarga, Ada 4.139 Orang dengan Gangguan Jiwa di Sumut
RISKY CAHYADI
Seorang penderita gangguan jiwa dibiarkan berkeliaran di seputaran Jalan Agus Salim, Medan belum lama ini. Dinkes Sumut mencatat ada 4.139 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Sumut. 

SAMOSIR, TRIBUN-Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mencatat jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih tinggi.

Hingga Juni 2019 kemarin, Dinkes Sumut menerima laporan 4.139 kasus. Dari jumlah tersebut, 428 orang di antaranya dipasung pihak keluarga.

"Pemasungan terjadi lantaran korban yang mengidap gangguan jiwa berkelakuan agresif, sehingga dikhawatirkan dapat mencelakai orang lain," kata Kepala Dinas Kesehatan, Alwi Mujahit, Minggu (13/10).

Ia mengatakan, dari 428 orang itu, Dinkes Sumut melayani 353 orang pasien. Katanya, pasien tersebut tidak lantas dibawa ke panti. Sebab, pihak keluarga sejauh ini masih bisa menanganinya sendiri di rumah.

"Sudah ada 40 orang yang dilepas (dari pasungan). Jadi, kami melakukan pemantauan dan tetap memberikan obat," kata Alwi.

Menurutnya, upaya pemasungan yang banyak terjadi akhir-akhir ini terhadap penderita gangguan jiwa sangat tidak tepat. Sebab, pemasungan termasuk upaya perampasan kemerdekaan seseorang.

Dalam Pasal 333 ayat (1) dijelaskan, mereka yang merampas kemerdekaan seseorang dapat dihukum delapan tahun penjara, dan maksimal 12 tahun jika orang yang dirampas kemerdekaannya itu mengalami luka-luka.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir, Dr Nimpan Karokaro mengatakan jumlah ODGJ di Samosir juga cukup banyak. Hingga September 2019 kemarin, tercatat ada ratusan orang yang harus ditangani. Dari ratusan orang itu, 12 di antaranya dipasung pihak keluarga.

"Untuk saat ini jumlah keseluruhan orang yang mengidap gangguan jiwa di Samosir mencapai 355 orang. Paling banyak berada di Puskesmas Buhit (Kecamatan Pangururan)," kata Nimpan, kemarin (11/10).

Mengenai 12 penderita gangguan jiwa yang dipasung pihak keluarga, Nimpan enggan menjelaskan identitasnya. Kata dia, yang jelas ke 12 penderita gangguan jiwa itu dipasung lantaran dianggap aib oleh keluarga. Sehingga, mau tak mau upaya pemasungan dilakukan.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved