Kabar Terbaru Irma Nasution, Suaminya Kolonel Hendi Ditahan, Irma Dilaporkan Denpom ke Polda Sultra

"Kami sudah terima pengaduannya. Pelopornya atas nama M Harlan Paryatman seorang yang bertugas di Denpom Kendari sebagai TNI.''

Kabar Terbaru Irma Nasution, Suaminya Kolonel Hendi Ditahan, Irma Dilaporkan Denpom ke Polda Sultra
Facebook
Kabar Terbaru Irma Nasution, Suaminya Kolonel Hendi Ditahan, Irma Dilaporkan Denpom ke Polda Sultra. Kolonel Hendi dan Irma Nasution 

"Usai bagi rapor ujian mid semester para guru bubar," kata siswa laki-laki berkacamata, Sabtu (12/10/2019).

Tak berhenti sampai disitu, Senin (14/10/2019) Tribun coba kembali menyambangi SMAN 3 Medan.

Di depan gerbang kedatangan disambut seorang Satpam yang menanyakan apa maksud dan tujuan. Setelah dijelaskan ia lalu mengarahkan untuk menemui petugas piket di bagian informasi.

Di bagian informasi, ada tiga orang yang berjaga.

Dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki berpakaian batik.

Ketika di informasi mereka mengatakan Kepsek maupun pejabat lainnya yang berwenang sudah tidak berada di sekolah.

Saat ditanya apakah ada menyimpan nomor telepon genggam milik Kepsek maupun Humas sekolah, mereka bertiga enggan memberikan lantaran tidak berani berikan nomor sembarangan kepada orang yang tidak dikenal. Seolah-olah keran informasi di tutup.

Kepsek SMAN 3 Medan Elfi Sahara mengaku belum mengetahui terkait dengan Irma Nasution pernah bersekolah di sana.

"Wah saya belum lihat dan ini baru tahu," kata Elfi via telepon seluler, Senin (14/10/2019).

Terkait informasi yang beredar menyebutkan Irma alumni SMAN 3 Medan angkatan tahun 90, Elfi mengaku tidak tahu.

"Oh gitu. Saya cuma tahu, ada istri Dandim di copot.

Karena istrinya membuat kata-kata yang menghina, itu saja yang saya tahu. Karena saya tidak selidiki dia sampai alumni mana," sebutnya.

Ditanya kapan bisa dijumpai untuk mengkonfirmasi lebih lanjut soal info tersebut, Elfi tidak bisa memastikan.

"Kenapa, apa hubungannya sama SMAN 3 Medan.

Ya ampun sampai segitunya.

Seharusnya SMAN 3 Medan jangan dibawa-bawa, enggak enak nanti.

Karena sebelumnya soal yang penusuk Wiranto, juga disebutkan sekolah di SMA 3. Kami cari-cari tidak ada," sambungnya.

Elfi mengaku soal Irma alumni SMAN 3 Medan dia baru dengar, karena tidak kenal sama sekali.

"Saya malah baru dengar.

Karena saya enggak kenal.

Saya bukan tamatan SMAN 3 Medan.

Saya tamatan SMA di Cirebon," katanya.

"Lagian ngapain disangkut-pautkan.

Biarlah dia istri Dandim saja.

Yang lain dong jangan yang jelek-jelek.

Jangan disangkut-pautkan sama istri Dandim itu," tutup Elfi.

Berdasarkan tulisan di Facebooknya, Birgaldo Sinaga mengaku mereka adalah teman satu angkatan di SMA 3 Medan.

Mereka merupakan angkatan 1990.

Ketika Birgaldo Sinaga mengecek akun Facebook Irma Zulkifli Nasution, akun tersebut sudah tidak ada.

Saat bersekolah, Irma Zulkifli Nasution dan Birgaldo Sinaga tidak satu kelas.

Namun, kelas mereka bertetangga.

Berbeda dari yang sekarang, Irma Zulkifli Nasution saat remaja dikenal sebagai sosok yang menjaga tutur kata.

Ia lebih sering menjadi pendengar dan pribadinya ramah.

Saat SMA, Irma Zulkifli Nasution adalah gadis yang cantik.

Bisa dibilang, ia adalah primadona SMA 3 Medan.

Selain parasnya cantik, Irma Zulkifli Nasution memiliki bakat bermusik.

Suaranya merdu bila bernyanyi.

Birgaldo mengaku terakhir bertemu dengan teman sekolahnya itu ketika reuni akbar pada sembilan tahun yang lalu.

Irma Nasution menangis di samping suaminya Kolonel Hendi dalam upacara pencopotan, di Aula Jenderal Sudirman Korem 143 Halu Oleo Kendari, Sabtu (12/10/2019)
Irma Nasution menangis di samping suaminya Kolonel Hendi dalam upacara pencopotan, di Aula Jenderal Sudirman Korem 143 Halu Oleo Kendari, Sabtu (12/10/2019) (facebook)

Berikut tulisan lengkap Birgaldo Sinaga yang dibuat di Facebook pada Sabtu (12/10/2019) dini hari.

"Irma Nasution

Ketika berita seorang istri perwira bernama Irma Zulkifli Nasution viral, saya sempat terpikir apakah dia teman seangkatan SMA saya?

Saya mencoba masuk ke akun fesbuknya. Ternyata sudah ditutup.

Tadi malam kecurigaan saya itu terkonfirmasi dengan informasi dari teman seangkatan saya. Memang benar Irma Zulkifli Nasution adalah Irma Nasution anak alumni SMA 3 Medan angkatan 1990.

Alamakkk...mati anak ayam. Rasanya tidak percaya. Bagaimana mungkin Irma sosok anak yang gaul dan menjadi bintang waktu SMA bisa menulis status seperti itu?

Saya mencoba mengingat kapan terakhir bertemu dengannya.

Uppss. Tahun 2010. Waktu itu kami mengadakan Reuni Akbar Alumni Smantig Medan.

Saya hadir waktu itu. Irma juga hadir. Irma jurusan Biologi. Saya jurusan Fisika. Tapi waktu kelas 1 SMA, kelas kami bertetanggaan. Pacarnya kala itu ya teman sekelas saya. Hehehe.

Irma dikenal sebagai sosok yang ramah. Ia termasuk kembangnya angkatan stambuk kami. Maklum disamping cantik, ia juga pintar bernyanyi. Suaranya merdu.

Waktu acara reuni itu Irma kami dapuk sebagai penyanyi utama di panggung. Ia memimpin angkatan kami tampil menghibur tamu. Penampilannya waktu itu cukup modis. Dress code putih abu-abu dipadunya dengan rompi.

Ada 3 lagu yang kami nyanyikan. Lagu Chrisye, Kuburan Band dan Situmorang. Irma menguasai banyak lagu. Memang dia jago bernyanyi.

Usai reuni, saya tidak pernah ketemu lagi dengannya. Saya hanya dapat kabar karir suaminya semakin menanjak.

9 tahun kemudian, tepatnya hari ini saya dapat kabar tentang Irma. Bukan kabar baik. Tapi kabar buruk. Suaminya Dandim Kendari Kol Kav Hendi Suhendi dicopot dari jabatannya gegara postingan nyinyir istrinya. Sialnya Irma juga bakal berhadapan dengan hukum UU ITE. Postingannya membawa Irma dan suaminya ke masalah besar.

Apa yang terjadi?

People change. Orang berubah. Tidak ada yang statis di dunia ini.

Benda mati seperti pakaian misalnya akan berubah warnanya seiring waktu. Jika sering terkena panas akan cepat pudar warnanya

Manusia juga bisa berubah karakternya atau pikirannya. Jika terpapar lingkungan negativ maka kemungkinan besar pikiran negativ akan menguasai cara berpikirnya.

Itu sebabnya kata orang bijak, jauhi teman yang membawa ke dalam pikiran negativ. Orang pemalas. Orang pemabuk. Orang penjudi. Orang penipu. Orang radikal. Pokoknya yang aneh2 kudu dijauhi.

Dulu Irma kami kenal sosok yang jika bertutur kata2nya selalu terjaga. Ia lebih banyak mendengar dan tersenyum. Ia bisa membawa diri sebagai istri perwira. Tampilannya juga modis dan terbuka pada siapa saja.

Entah mengapa, Irma yang dulu saya kenal telah berubah. Berubah cara pikirnya menyikapi dinamika sosial politik. Padahal aturan baku disiplin militer sebagai istri perwira itu mengikatnya tidak boleh beropini sembarangan.

9 tahun lalu, kami merasakan aura ledakan rindu yang membuncah. Rindu akan masa-masa muda dulu yang sulit dilupakan.

Masa-masa yang paling indah saat sekumpulan anak anak remaja bersekolah. Bermain. Jatuh cinta pertama. Bahkan putus cinta.

Di atas panggung itu saya melihat semua melompat meski tak seirama. Ada gerakan tortor yang suka-suka. Ada joged yang amburadul berpadu dengan teriakan SITUMORANG yang membahana.

"Situmooorang..Situmooranggg..Situmooranggg..ala situ ala rudeee...."

Semuanya kami larut dalam kegembiraan yang sekian lama terpenjara oleh bingkai ruang dan waktu. Namanya kesibukan.

Kami benar-benar gila hingga para penonton terlihat senyum-senyum melihat kami seperti anak kecil mendapat boneka.

Melompat lompat, berjingkrak-jingkrak, berteriak bersorak memekikkan YESSS. Kegembiraan yang tersumbat 17 tahun lebih itu menjadi badai.

Badai yang menyapu panggung reuni tanpa rekayasa tanpa aturan. Semua bergerak sesuai hati dan perasaannya. Yang penting hepi, yang penting muda kembali.

Ahhh teman...saya lebih senang kamu menyenandungkan lagu Situmorang seperti waktu reuni kita dulu. Suaramu merdu. Gayamu gak kalah sama Yuni Shara.

Irma Nasution saat tampil di Reuni Akbar Smantig Medan 1990
Irma Nasution saat tampil di Reuni Akbar Smantig Medan 1990 (facebook)

Sayang sekali berita tentangmu berakhir duka. Bukan karena sifat aslimu yang kami kenal dulu baik, ramah dan hangat. Mungkin karena pergaulanmu kini sudah berbeda. Itu mempengaruhi caramu melihat realitas sosial.

Sebagai teman saya hanya bisa menyampaikan prihatin. Semoga ada hikmah di balik peristiwa ini. Setidaknya kini kamu tahu semakin tinggi karir kita, ujian dan cobaan itu akan semakin berat.

Pada akhirnya hidup ini bukan tentang apa yang ingin kita raih. Tapi tentang apa yang ingin kita bagikan.

Jika kebaikan yang kita bagi, kebaikanlah yang kita raih. Jika kata baik yang kita bagi, kata baik juga yang kita terima. Jika cinta yang kita bagi, maka cintalah yang kita terima.

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga."

 FITA SULISTYOWATI (FS) MENGAKU BERSALAH

Fita Sulistyowati (FT), istri Pembantu Letnan Satu (Peltu) YNS, mengakui kesalahannya mengunggah konten negatif di media sosial terkait penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

"Istri (Peltu YNS) sudah mengakui bahwa dia dengan penuh kesadaran memang mengunggah konten itu, meng-upload tulisannya memang," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Fajar Adriyanto ketika dihubungi Kompas.com, Senin (14/9/2019).

"Dia (FS) menyatakan, saya merasa bersalah dan tidak akan mengulanginya kembali," sambung Fajar.

Meski sudah mengakui kesalahannya, Fajar menegaskan bahwa FS tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

FS sendiri telah dilaporkan ke Polres Sidoarjo karena unggahannya tersebut.

"Itu urusannya polisi, kita enggak tahu sampai sejauh mana dia mengunggah ujaran itu, sejauh mana keterlibatannya, itu urusan polisi, ada hukumnya tersendiri, kan UU ITE itu," kata Fajar.

Diberitakan, Peltu YNS dicopot dari jabatan sebagai Bintara Penyidik di Lanud Muljono Surabaya, Jawa Timur. Selain dicopot dari jabatannya, Anggota POM TNI AU itu diketahui juga dikenakan sanksi disiplin militer ringan, yaitu kurungan fisik selama 14 hari.

Peltu YNS disebut melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Ia dinilai bertanggung jawab terhadap unggahan sang istri di media sosial mengenai penusukan Wiranto.

Meskipun unggahan sang istri merupakan inisiatif pribadi, menurut aturan dinas kemiliteran, Peltu YNS tetap dihukum.

"Suami ini memang harus mengawasi anak dan istrinya.

Dan harus memberitahu pada anak dan istrinya, 'Bu jangan unggah ini loh ya, nanti kalau enggak, saya kena hukum', sama anak-anaknya juga demikian," ujar Fajar.

TNI AU masih menanti sidang disiplin untuk menentukan nasib Peltu YNS.

Fajar mengatakan, sidang untuk menentukan hukuman bagi Peltu YNS rencananya diselenggarakan pada Senin hari ini.

"Hari ini, pagi ini, sidang di Lanud Surabaya," kata dia.

Fajar sekaligus menekankan bahwa Peltu YNS tetap menjadi anggota TNI AU.

Ia hanya dicopot dari jabatannya agar dapat menjalani proses penyidikan oleh Polisi Militer Angkatan Udara.

HP Fita Sulistyowati (FT) Disita

Terpisah Kapolres Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Minggu (13/10/2019) mengatakan penyidik Polres Sidoarjo sudah menyita ponsel terlapor FS. 

Alat komunikasi milik istri anggota Satuan Polisi Militer TNI AU (Satpomau) Lanud Muljono, Sidoarjo, tersebut dikirimkan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri, untuk diperiksa.

"Ponsel (telepon selular) yang disita itu dibawa ke labfor untuk kepentingan pemeriksaan," ujar Kapolres Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Minggu (13/10/2019).

Menurutnya, setelah menerima laporan dari Polisi Militer TNI AU Lanud Muljono, Jumat malam lalu, Polres Sidoarjo masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi.

Sedangkan Fita sampai saat ini masih berstatus sebagai terlapor, belum jadi tersangka.

"Sejauh ini petugas masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi‑saksi.

Sebelumnya, terlapor juga sudah diperiksa," kata Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Fita telah menjalani pemeriksaan selama enam jam, pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.

Apakah Polres Sidoarjo akan memeriksa kembali Fita?

Menurut kapolres, sejauh ini belum dijadwalkan oleh penyidik tentang pemeriksaan lanjutan terhadap terlapor.

Fita dilaporkan ke Polres Sidoarjo setelah menulis kalimat bernada penistaan terhadap Wiranto yang menjadi korban penikaman di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10) lalu.

Kalimat di akun Facebook tersebut berbunyi, "Jgn2 ini cma dramanya si wir...buat pengalihan isu saat menjelang pelantikan, tapi kalo mmg bnr ada penusukan...

mdh2an si penusuknya baek2 aja dan slmat dr amukan polisi, buat yg di tusuk smoga lancar kematiannya."

Selain fokus pada pemeriksaan para saksi, mantan Sespri Kapolri Jendral Toto Karnavian ini juga mengungkapkan pihaknya terus berupaya mendalami perkara ini.

Termasuk mencari tahu aktivitas terlapor di dunia maya dan sebagainya melalui ponselnya.

"Ya, ponselnya sudah disita. Saat ini masih proses pemeriksaan," lanjutnya.

Pemeriksaan terhadap ponsel dilakukan Labfor Mabes Polri agar lebih akurat dan mendalam.

Kapolres berjanji perkara ini bisa segera dituntaskan dalam waktu dekat.

"Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung menindaklanjuti dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi‑saksi.

Mohon waktu kepada teman‑teman media, berkenan kasih waktu kepada petugas untuk fokus menangani perkara tersebut," ujar Kapolres.

Kabar Terbaru Irma Nasution, Suaminya Kolonel Hendi Ditahan, Irma Dilaporkan Denpom ke Polda Sultra

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Posting Penusukan Wiranto, Irma Nasution, Istri Mantan Dandim Kendari Dipolisikan", . 
Penulis : Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati

Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved