Kolonel Hendi Dicopot dan Ditahan, Menhan: Itu Risiko, Artinya Dia Tidak Bisa Mengendalikan Istrinya

"Itu kan risiko, artinya dia tidak bisa mengendalikan istrinya. Istri itu kan harus dinasihati segala macam," kata Ryamizard.

Kolonel Hendi Dicopot dan Ditahan, Menhan: Itu Risiko, Artinya Dia Tidak Bisa Mengendalikan Istrinya
facebook
Kolonel Hendi Dicopot dan Ditahan, Menhan: Itu Risiko, Artinya Dia Tidak Bisa Mengendalikan Istrinya. Irma Nasution menangis di samping suaminya Kolonel Hendi dalam upacara pencopotan, di Aula Jenderal Sudirman Korem 143 Halu Oleo Kendari, Sabtu (12/10/2019) 

Kolonel Hendi Dicopot dan Ditahan, Menhan: Itu Risiko, Artinya Dia Tidak Bisa Mengendalikan Istrinya

TRIBUN-MEDAN.com - Keputusan tegas KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna mencopot anggotanya akibat postingan istrinya yang menghujat penikaman Wiranto diapresiasi banyak pihak.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai wajar jika ada anggota TNI yang diberi sanksi pencopotan lantaran istrinya nyinyir di media sosial terkait penusukan terhadap Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di media sosial.

Menhan menilai hal itu merupakan hal yang harus ditanggung oleh prajurit.

"Itu kan risiko," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Ryamizard menilai, anggota TNI sudah seharusnya bisa mengontrol perbuatan keluarganya, seperti istri dan anak.

Ia menilai, suatu bentuk pelanggaran jika sampai keluarga anggota TNI justru tidak bersimpati dengan penyerangan terhadap Wiranto.

Padahal penyerangan itu diduga dilakukan oleh orang yang terafiliasi dengan jaringan ISIS.

"Itu kan risiko, artinya dia tidak bisa mengendalikan istrinya.

Istri itu kan harus dinasihati segala macam," kata Ryamizard.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved