Kondisi Bak Kubangan Kerbau, Warga Kesal Jalan Rusak di Jalan Simpang Jodoh Tembung

Kondisi jalan di Jalan Simpang Jodoh, pasar VII Tembung, mirip kubangan kerbau.

Kondisi Bak Kubangan Kerbau, Warga Kesal Jalan Rusak di Jalan Simpang Jodoh Tembung
TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Jalan rusak di kawasan Simpang Jodoh, Pasar VII Tembung, Kecamatan Percutseituan Kabupaten Deliserdang, Senin (14/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kondisi jalan di Jalan Simpang Jodoh, pasar VII Tembung, mirip kubangan kerbau.

Kondisi jalan berlubang, genangan air warnai kawasan kuliner yang cukup dikenal ini.

Di kawasan ini, salah satu kuliner yang telah melegendaris ini yakni 'rujak ulek'.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan pada Senin (14/10/2019), di kawasan ini terdapat puluhan pedagang yang menjajakan rujak ulek khas Simpang Jodoh.

Namun, kondisi jalan yang memperihatinkan ini dikeluhkan para pedagang dan pengguna jalan.

Pedagang rujak, Ayu (34) mengatakan bahwa kondisi ini sudah lama tidak diperbaiki.

"Alah cuma cakap-cakap aja akan diperbaiki. Nyatanya hingga kini masih dalam kondisi kubangan kerbau. Maunya pemerintah daerah bisa memperbaiki kondisi ini. Apalagi inikan tempat kuliner," ujarnya saat ditemui.

Kalau pascahujan deras, lanjut wanita yang menggunakan hijab ungu ini, percikan lumpur jika pengendara ngebut sampai ke stelingnya.

"Kalau udah becak. Lihat aja di steling bawah saya ini. Lumpur. Gak ada perhatian pemerintah. Maunya kalau sudah menjadi ikon Simpang Jodoh ini kan dapat dipelihara, terutama akses jalannya," ungkapnya.

Tidak hanya dikeluhkan pedagang, hal serupa juga disampaikan salah seorang pengendara sepeda motor, Yatno.

Pria berkepala plontos ini mengatakan bahwa kondisi ini telah lama terjadi.

"Sudah lama. Ya gimana, kondisi gini mau ngantar anak sekolah kalau sudah pascahujan pun susah. Karena antara lubang sama jalan bagus kalau udah banjir susah dipilih. Ya kalau korban jatuh, banyak ibu-ibu yang mau ke pajak," jelasnya.

Pantauan Tribun Medan di lokasi, Jalan Simpang Jodoh terlihat banyak lubang.

Genangan air bahkan bebatuan terluhat di jalanan.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved