News Video

Pedagang Pertamini (Minyak Eceran) Terancam Penjara 3 Tahun dan Denda Puluhan Miliar Rupiah

Pedagang pertamini (minyak eceran) terancam penjara 3 tahun dan denda puluhan miliar rupiah karena melanggar UU Pengolahan Migas Tanpa Izin

Pedagang Pertamini (Minyak Eceran) Terancam Penjara 3 Tahun dan Denda Puluhan Miliar Rupiah
Tribun Medan
Ilustasi pedagang pertamini (minyak eceran) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengaku belum melakukan penindakan hukum terkait pelanggaran UU No 22 tahun 2001 pasal 53 tentang pengolahan migas tanpa izin.

Dalam peraturan tersebut ucapnya, pelaku dapat dihukum pidana maksimal tiga tahun penjara dengan denda maksimal Rp 30 miliar.

Penjual bahan bakar minyak eceran cukup banyak di Sumut khususnya di Kota Medan.

Ada yang berjualan dengan media air kemasan hingga tabung pompa bertulisan pertamini.

Lantas apa tanggapan pedagang terkait pernyataan Kapolda?

Pedagang minyak eceran di Medan berinisial PW mengaku mengetahui kalau pekerjaannya ilegal.

Namun hal ini dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan supaya membantu tukang becak, ibu-ibu yang mau ke pasar, jadi gak perlu jauh-jauh ke galon (SPBU). Karena begini, kami jualan ini pun galon tidak akan berkurang juga pendapatannya dan mereka sendiri juga kewalahan untuk melayani pelanggan," ucap PW, Senin (14/10/2019).

PW sudah berdagang minyak eceran sejak enam tahun yang lalu.

Saban hari ia bisa menghabiskan 150 liter.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved