Pelatih Tim Sumut Kecewa Dengar Kabar Tenis Meja Dicoret dari PON Papua

"Kenapa baru saat ini pula dibilang enggak ada, sudah mau dekat Pra-PON?" kata pelatih tim tenis meja Sumut Husni Hidayat.

Penulis: Chandra Simarmata |
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Ketua Umum PTMSI Sumut Nanda Batubara (pakai peci) berfoto bersama para atlet dan pengurus di GOR TSP Tembung beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Tim tenis meja Sumatera Utara tetap fokus latihan untuk menghadapi kejuaraan nasional, meski beredar kabar bahwa Cabor tersebut menjadi salah satu yang dicoret dari PON Papua 2020.

Pelatih tim tenis meja Sumut Husni Hidayat mengatakan, mereka masih menunggu surat maupun instruksi resmi dari Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Berdasar jadwal, Kejurnas yang juga menjadi babak kualifikasi Pra-PON tersebut akan berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, mulai 1-7 November 2019 mendatang.

"Yang pasti kami tetap berjalan terus. Sore kami tetap latihan. Belum ada kabar berita Pra-PON kita dibatalkan. Belum ada instruksi PB. Sebelumnya juga ada berita dari kaukus KONI yang ada kesepakatan untuk tetap 47 cabor," ujarnya, Senin (14/10/2019).

Berdasar jadwal, PON Papua akan bergulir mulai 20 Oktober-2 November 2020. Teranyar, Pesta olahraga tertinggi di Indonesia itu diputuskan mempertandingkan 37 cabang olahraga dari sebelumnya 47 yang direncanakan.

Keputusan diambil melalui rapat penyempurnaan SK cabor PON di Jayapura, Papua, Sabtu (12/10/2019). Rapat tersebut turut dihadiri KONI Pusat, Panitia Besar PON Papua, Deputi IV Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), dan perwakilan Kemenpora.

Sebagi pelatih, Husni mengaku kecewa jika tenis meja tak dipertandingan pada PON Papua tahun depan. Selain itu, dia juga menyayangkan kenapa setelah seluruh tim bersiap untuk kejurnas justru beredar kabar tenis meja dicoret.

"Soal kecewa, pasti. Karena mungkin provinsi lain sudah booking tiket, penginapan, dll. 47 cabang kemarin kenapa jadi 37 cabang saja. Kami  tunggu keputusan dari pusat. Jadi TC tetap jalan," ungkapnya.

Pelatih yang juga pemilik lisensi nasional ini tetap berharap agar tenis meja bisa tetap dipertandingkan. Dia tidak ingin seluruh persiapan yang sudah dilakukan selama ini menjadi sia-sia. Selain itu dia juga tak mau atlet ikut kecewa jika nantinya Cabor mereka dibatalkan.

"Kenapa baru saat ini pula dibilang enggak ada, sudah mau dekat Pra-PON? Siapa mau ganti biaya provinsi masing-masing sudah pelatda. Tapi masih berembuk itu karena PON nya kan tahun depan. Bisa jadi ada perubahan, bisa jadi cabang lain main di tempat lain," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PTMSI Sumut Nanda Batubara mengatakan untuk persiapan menghadapi kejurnas, para atlet tenis meja memang sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu. Dia berharap para atlet tetap mampu bertanding maksimal untuk bisa merebut juara.

"Persiapan kejurnas sudah kita buat sematang mungkin. Semoga dengan latihan keras yang kami lakukan setiap hari, bisa mencapai hasil yang kita inginkan," pungkasnya.

(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved