Penjelasan Prof LIPI soal Munculnya Tudingan Penikaman Wiranto Rekayasa

Peneliti LIPI Profesor Hermawan Sulistyo angkat bicara soal tudingan sejumlah pihak tentang rekayasa peristiwa penikaman Wiranto

Penjelasan Prof LIPI soal Munculnya Tudingan Penikaman Wiranto Rekayasa
Tribunnews/H.O
Saat-saat Wiranto diserang oleh pelaku berinisial SA alias AR di Pandeglang, Kamis (10/10/2019) 

Penjelasan Prof LIPI soal Munculnya Tudingan Penikaman Wiranto Rekayasa

TRIBUN MEDAN.com - Peneliti LIPI Profesor Hermawan Sulistyo angkat bicara soal tudingan sejumlah pihak tentang rekayasa peristiwa penikaman Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten.

Menurut Hermawan Sulistyo, pembunuhan rekayasa umumnya tidak memilih risiko besar hingga nyawa.

Sedangkan yang dialami Wiranto, penusukan terjadi di daerah tubuh yang rawan bahkan cenderung dekat dengan jantung.

“Kalau rekayasa luka korban itu dicari seminimum mungkin, tapi ini yang ditusuk sampai itu dipotong ususnya 40 centi, meleset dikit kena jantung di atasnya, bisa selesai ini,” kata Hermawan Sulistyo, di Apa Kabar Indonesia Malam, Minggu (14/10/2019) seperti dikutip Wartakotalive.

Selain itu, jenis senjata yang dipakai sangat berbahaya.

Menurut dia, pelaku penikaman Abu Rara tidak memakai pisau biasa, melainkan alat pembunuh yakni senjata kunai.

“Si pengguna senjata kunai jelas mengetahui pasti keefektifan membunuh dengan kunai ketimbang senjata tajam pada umumnya,” ujarnya.

Baca: Bupati Madina Dahlan Nasution Diperiksa Kejati Sumut Dugaan Korupsi Proyek Taman Raja Batu

Baca: Seorang Gadis Tewas Ditembak Polisi di Kamar Tidurnya Sendiri saat Bermain Video Game

Baca: Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Sindir Hanum Rais Soal Penusukan Wiranto

Sebab selain tajam, hampir di setiap sisi kunai juga merupakan mata pisau.

“Jadi ini sangat spesifik, kalau rekayasa pasti dicari tipe senjata mudah didapat,” kata pria yang pernah menjadi Peneliti Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Polri itu.

Halaman
123
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved