Peras hingga Raup Rp 30 Miliar, Anak Korban Sebut Diancam Pakai Jasa Pembunuh Bayaran

Iran menjelaskan bahwa Ayahnya Ali Sutomo sudah ditunggu Haris Anggara yang ditemani ketiga terdakwa yang merupakan saudara kandung korban.

Peras hingga Raup Rp 30 Miliar, Anak Korban Sebut Diancam Pakai Jasa Pembunuh Bayaran
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Tiga terdakwa kasus pengancaman tega menyewa jasa pembunuh bayaran hanya demi untuk menguasai harta keluarganya. Hal ini terungkap dalam sidang beragendakan keterangan yang digelar di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (14/10/2019). 

Kemudian sekitar akhir bulan Januari 2011, Liong Tjai memanggil tiga orang anak saksi korban yaitu Irsan Surya, Tommy Anggara dan Lia Sutomo untuk menemuinya di kantor yang berada di Jalan Asia No 75/77 Kelurahan Sei Rengas I Kecamatan Medan Kota.

Setelah bertemu dengan anak korban, Liong Tjai dan para terdakwa secara bersama-sama melakukan ancaman kekerasan terhadap anak-anak saksi Ali Sutomo.

"Saya memanggil kalian kemari karena untuk mengatakan bahwa saya cuma mau menyelamatkan harta ayah kalian, karena ayah kalian mempunyai istri muda," ucap Jaksa menirukan ucapan Liong Tjai.

"Kalau harta ini saya kembalikan kepada kalian saya rela, tapi jika dikembalikan ke ayah kalian lagi, saya tidak mau.

Bilang sama bapak kalian, jangan macam-macam, nanti saya pailitkan dan kalian tidur di pinggir jalan jadi anjing atau saya kasi Aweng 200 atau 300 juta untuk bunuh kalian satu keluarga," ucap Jaksa menirukan ancaman Liong Tjai.

Lantaran takut, anak-anak korban hendak pergi keluar meninggalkan ruangan tersebut.

Namun, dihalangi oleh terdakwa Sui Kui dan Citra Dewi, yang kembali melakukan pengancaman terhadap anak korban.

Alhasil, anak-anak saksi Ali Sutomo keluar dari ruangan kantor tersebut dengan rasa ketakutan dan langsung pulang ke rumah mereka di Jalan Lahat Medan.

"Setelah sampai di rumah, anak-anak saksi korban melaporkan kejadian tersebut kepada ayah mereka, Ali Sutomo," kata JPU Randi.

Akibat ancaman itu, Ali Sutomo dengan terpaksa mengikuti dan melaksanakan ucapan para terdakwa dan Liong Tjai dengan menyerahkan 4 aset miliknya kepada terdakwa dan Liong Tjai, yang dilaksanakan pada tanggal 01 April 2011.

Di bawah ancaman bunuh, Ali Sutomo akhirnya menandatangani akte jual beli dan surat-surat lain tentang peralihan hak di hadapan notaris Winston SH.

Alhasil, korban mengalami kerugian sekitar Rp 30 miliar.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved