Geruduk Pengadilan, LKB HMI Medan Desak Jaksa Tayangkan CCTV Kasus Dugaan Asusila

Massa aksi tampak bersitegang dengan pihak keamanan PN Medan karena pihaknya meminta dihadirkan Ketua Pengadilan

Geruduk Pengadilan, LKB HMI Medan Desak Jaksa Tayangkan CCTV Kasus Dugaan Asusila
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Lembaga Bantuan Hukum HMI Cabang Medan melakukan aksi di depan PN Medan terkait kasus dugaan kriminalisasi terhadap terdakwa dugaan asusila Denis Berkam Lubis, Selasa (15/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lembaga Bantuan Hukum HMI Cabang Medan melakukan aksi di depan PN Medan terkait kasus dugaan kriminilasi terhadap terdakwa dugaan asusila Denis Berkam Lubis, Selasa (15/10/2019).

Dalam aksinya, puluhan massa menggeruduk hingga ke pintu keluar PN Medan. Massa aksi menyuarakan aspirasinya dengan menggunakan toa dan spanduk.

Massa aksi tampak bersitegang dengan pihak keamanan PN Medan karena pihaknya meminta dihadirkan Ketua Pengadilan Negeri Medan.

Hingga akhirnya Humas Pengadilan Negeri Medan Erintuah Damanik duduk bersama para massa aksi dan berdiskusi dengan para massa aksi.

Setelah duduk bersama akhirnya abang terdakwa Wirya Satria Lubis yang ikut dalam massa aksi menjelaskan kronologi yang terjadi terhadap Erintuah.

Ia menyebutkan bahwa awal permasalahannya bermula dari adiknya yang bekerja di Alfamart Jalan Pancing Medan, dituduh melakukan pencabulan terhadap seorang anak.

"Aku ini orang perantau, datang dari Pasaman Barat untuk kuliah dan kerja di Medan ini, aku kuliah di USU Fakultas Hukum. Waktu itu adik ku mengusir seorang anak yang bermain di sekitar Alfamart, tapi tiba-tiba dia melapor ke orang tuanya sudah dicabuli sehingga adikku dilaporkan ke Polsek Medan Timur," ungkapnya sambil menyeka airmatanya.

Saat di polsek, perbuatan yang dituduhkan tidak terbukti sesuai hasil rekaman CCTV tidak ada pencabulan yang dilakukan. Namun pihak juper Polsek Medan Timur tetap meminta agar pihak tersangka dan korban berdamai terlebih dahulu.

"Korban meminta uang perdamaian Rp 7 juta, dari manalah uang kami, kami hanya merantau di sini jadi kami cuma bisa kasi Rp 800 ribu dan ditolak. Setelah meminjam ke sana kemari barulah ada uang kami itupun cuma Rp 4 Juta dan akhirnya berdamai," sambungnya sambil tersedu-sedu.

Namun anehnya, setelah ada perdamaian itu adiknya tidak kunjung bebas. Malah hampir 3 bulan ditahan di Polsek Medan Timur tanpa ada kepastian hukum hingga akhirnya kasusnya lanjut sampai ke persidangan ini.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved