Ketua Dewan Pembina Perguruan As-syafi'iyah Daftar jadi Balon Wali Kota Medan ke NasDem

Saya dan NasDem memiliki hubungan yang sangat baik. Hubungan saya bermula kala Partai Nasdem mengusung saya di pemilihan Bupati.

Ketua Dewan Pembina Perguruan As-syafi'iyah Daftar jadi Balon Wali Kota Medan ke NasDem
TRIBUN MEDAN/FATAH BAGINDA GORBY
Ketua Dewan Pembina Perguruan Asy-syafi'iyah Internasional Medan, M Syafi'i mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Wali Kota Medan periode 2020-2024 di DPD NasDem Medan, Selasa, (15/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Dewan Pembina Perguruan Asy-syafi'iyah Internasional Medan, M Syafi'i mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Wali Kota Medan Periode 2020-2024 di DPD NasDem Medan, Selasa, (15/10/2019).

Pantauan Tribun/www.tribun-medan.com, Syafi'i didampingi oleh Tim Suksesnya, M. Syafi'i mendatangi Kantor diterima langsung oleh Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Medan, Zainal Abidin beserta tim penjaringan.

Menurut Syafi'i kedatangannya mengantarkan formulir pendaftaran ke Partai Nasdem karena dirinya merupakan bagian dari partai. Ia pernah dicalonkan oleh NasDem di Pilkada Kabupaten Batubara 2018 lalu.

“Saya dan NasDem memiliki hubungan yang sangat baik. Hubungan saya bermula kala Partai Nasdem mengusung saya di pemilihan Bupati Kabupaten Batubara 2018 lalu. Bagi saya NasDem punya daya pikat karena semangat perubahannya,” katanya.

Ia juga mengaku memiliki visi, misi dan program untuk Kota Medan. Terutama terkait perbaikan tata kelola birokrasi yang bersih, transparan dan akuntabel. .

“Juga soal penyelesaian persoalan pendidikan untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang kewenangannya ada di Pemko Medan,” lanjutnya.

Sebagai Tokoh Pendidikan Kota Medan, Syafi'i mengaku prihatin di Kota Medan masih ada anak-anak yang putus sekolah karena kendala biaya.

“Saya membaca data tahun 2016/2017 tercatat sebanyak 83 siswa SD dan tahun 2017/2018 tercatat sebanyak 81 siswa SD yang putus sekolah karena kendala dana," tambahnya.

Tidak hanya itu, lanjut Syafi'i untuk jenjang SMP tahun 2016/2017 ada 124 siswa dan tahun 2017/2018 sebanyak 183 anak yang putus sekolah.

Ia mengatakan bahwa dirinya akan fokus pada pendidikan anak-anak di Kota Medan. Khususnya anak-anak berumur 7-15 tahun karena kewenangannya untuk siswa SD dan SMP ada di Pemerintah Kota Medan.

“Kedepan saya akan perjuangkan pendidikan anak-anak di Kota Medan.
Pemerintah Kota Medan akan hadir dalam setiap persoalan pendidikan di Kota Medan," katanya.

(gov/tribun-medan.com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved