Penjelasan Kajari Binjai soal Status Tahanan Kota Andika Irawadi, Bantah Pimcab BRI sebagai Penjamin

Kejari Binjai membenarkan adanya perubahan status tahanan AIM sah dan ada aturan dalam KHUP.

Penjelasan Kajari Binjai soal Status Tahanan Kota Andika Irawadi, Bantah Pimcab BRI sebagai Penjamin
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intel diwawancarai sejumlah wartawan terkait status tahanan kota tersangka korupsi Andika Irawadi Mulawarman, Selasa (15/10/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Tersangka korupsi Rp 6 M BRI, Andika Irawadi Mulawarman (AIM) menjadikan istrinya sebagai jaminan untuk penangguhan menjadi tahanan kota. Hal ini disampaikan langsung oleh Kejari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar, Selasa (15/10/2019).

Kejari Binjai membenarkan adanya perubahan status tahanan AIM sah dan ada aturan dalam KHUP. Hanya saja, Kejari belum berani menyatakan dugaan keterlibatan Pimcab BRI Binjai dalam perkara ini, dan membantah sebagai sosok yang menjamin AIM jadi tahanan kota.

"Kami ingin jelaskan, menurut kami sudah keluar jalurnya terkait soal dugaan ada bermain (Pimcab dan Jaksa). Intinya saat ini benar ada penangguhan, perubahan status penahanan itu ada prosesnya juga, tidak serta merta begitu saja," katanya didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intel Erwin Nasution.

Dijelaskan Kejari, dalam proses yang sudah dilakukan mulai penyelidikan, pemeriksa belasan saksi-saksi, penetapan tersangka dan penangguhan, lalu ada pengembalian kerugian negara 1,6 Miliar. Sedangkan untuk cash collateral juga ditemukan fakta bahwa statusnya dipakai oleh pemohon oleh keluarga-keluarga AIM sendiri.

"Dalam fakta pengembalian sudah dilakukan setelah penetapan tersangka, ini analisis kita, ini tidak ujuk-ujuk dan fakta penyidikan," katanya.

Disoal sosok penjamin dan jaminan yang diberikan, pihak Kejari Binjai membeberkan bahwa yang dijaminkan adalah istri dari tersangka sekaligus penjamin. Selain itu, tersangka menyertakan surat sakit dari RS Sylvani.

"Ada permohonan dia, dan kondisi kesehatan, dan surat kesehatan dari Rumah Sakit Sylvani. Jaminan bisa dalam bentuk orang dan uang, dan sah-sah saja dalam KHUP dan tetep masih ada pemeriksaan BPKP. Yang menjaminkan istri tersangka," kata Victor Antonius Saragih Sidabutar di ruang kerjanya.

Dugaan Pimcab BRI Binjai berinisial SS terlibat dalam perkara ini belum bisa disampaikan Kejari Binjai. Sejauh ini SS hanya diperiksa sebanyak tiga kali sebagai saksi, dimintai keterangan soal proses transaksi yang dilakukan oleh tersangka.

"Saya sesalkan ada pemberitaan seperti itu (keterlibatan Pimcab BRI Binjai), dia tiga kali ada kami periksa sebagai saksi. Kita belum bisa bilang sampai ke situ (keterlibatan Pimcab BRI Binjai), hukum ini kan mesti jelas dan fakta. Kami juga jaga kredibilitas lembaga perbankan ini, tidak boleh mengatakan asumsi-asumi, apalagi mempermainkan hukum dan fakta," ujarnya.

Sementara, Kasi Pidsus Asepte Gaulle Ginting mengatakan bahwa tersangka mohon ditangguhkan jadi tahanan kota karena alasan sakit jantung. Selama proses penyidikan pihaknya telah memeriksa 17 saksi.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved