Terekam CCTV, Dua Pelaku Sindikat Spesialis Pencurian ECU Mobil Diringkus Polisi

Polsek Patumbak meringkus dua tersangka, Muhammad Darmawi alias Aceh (30) dan Benny Hasibuan (43) warga Patumbak

Terekam CCTV, Dua Pelaku Sindikat Spesialis Pencurian ECU Mobil Diringkus Polisi
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi saat paparkan kasus pencuri ECU mobil. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polsek Patumbak meringkus dua tersangka, Muhammad Darmawi alias Aceh (30) dan Benny Hasibuan (43) warga Patumbak, pelaku pencurian engine control unit (ECU) mobil, pada Minggu (13/10/2019) malam.

Kedua tersangka beraksi mencuri ECU dari satu unit mobil pikap Grand Max yang sedang terparkir di halaman Masjid Al Muhajirin, Jalan Balai Desa, Perumahan Pondok Nusantara, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

Kehilangan ECU diketahui oleh korban Alfian sewaktu akan memanaskan mobil. Ternyata ECU komputer telah hilang. Setelah di cek di rekaman CCTV, diketahui ada dua tersangka yang telah mencuri ECU komputer tersebut.

Merasa keberatan dengan pencurian yang dialami, korban Alfian lalu membuat laporan ke Polsek Patumbak, agar pelaku pencurian ECU mobilnya segera diringkus pihak kepolisian.

Berdasarkan rekaman CCTV, polisi bergerak mencari tahu dimana keberadaan tersangka. Setelah mengetahui keberadaan, polisi langsung meringkus kedua tersangka dan kedua pelaku mengakui perbuatan yang dilakukan.

"Jadi mereka ini spesialis pencuri sparepart ECU kendaraan bermotor roda empat," kata Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi, Selasa (15/10/2019).

Ginanjar menjelaskan pihaknya menerima laporan dari masyarakat bahwa beberapa kali ada yang kehilangan sparepart mobil berupa ECU komputer. Polisi kemudian melakukan lidik di lapangan dan CCTV hingga berhasil amankan dua tersangka yang memang spesialis pencuri ECU mobil.

"Modusnya mereka melihat sasaran kendaraan yang sudah terparkir lama dan diamati. Lalu mereka buka dengan menggunakan pisau karter kaca mobil. Lalu mereka ambil ECU. Hanya ECU saja. Karena ECU ini terbilang cukup mahal. Untuk harga baru sekitar Rp 4 juta dan mudah untuk dijual kembali," beber Ginanjar.

Untuk tersangka lain, Ginanjar mengaku belum ada. Tapi, pihaknya terus melakukan pengembangan untuk mencari penampung ECU mobil.

"Informasi yang kita dapatkan, tersangka sudah beraksi empat kali. Di daerah Marindal dan Garu. Mereka
menjual barang ini keluar kota, termasuk ke daerah Aceh," ungkap Ginanjar.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved