Tergiur Uang Haram Rp 20 Juta, Pedagang Sayur dan Buruh Dicokok Bawa 20 Kg Ganja

AKP Adi Haryono keduanya telah diamankan setelah terbukti membawa narkotika jenis tanaman ganja.

Tergiur Uang Haram Rp 20 Juta, Pedagang Sayur dan Buruh Dicokok Bawa 20 Kg Ganja
TRIBUN MEDAN/HO
Dua penumpang Bus Sempati Star asal Aceh diamankan petugas Satnarkoba Polres Langkat bawa ganja 20 kg, Selasa (15/10/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Dua penumpang bus Sempati Star asal Aceh terpaksa berurusan dengan Satnarkoba Polres Langkat. Pasalnya, polisi menemukan narkotik jenis ganja seberat 20 Kg yang menjadi barang bawaan keduanya, Selasa (15/10/2019)

Kedua penumpang yang diamankan statusnya buruh bangunan dan seorang pedagang sayur. Identitas masing-masing, Purnama Basori (52) buruh bangunan warga Kampung Cangklek, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat dan Asep (39) pedagang sayuran warga Kampung Awilarangan, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Kasat Narkoba Polres Langkat, AKP Adi Haryono keduanya telah diamankan setelah terbukti membawa narkotika jenis tanaman ganja. Lagi-lagi, kata Adi bahwa pihaknya mendapat informasi bantuan masyarakat terkait peredaran narkotika.

Lanjut Kasat Narkoba, kedua orang tersangka telah diamankan dan ditahan kasus narkotika golongan I tanaman jenis ganja dari bus melintas dan dilakukan pemberhentian. Kemudian tim melakukan pemeriksaan terhadap keduanya yang mencurigakan.

"Mereka kami amankan saat melintas di depan pos lantas Sei Karang, Jalan Lintas Medan-Aceh, Dusun Sidomulio, Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat," jelas AKP Adi Haryono.

Dari penindakan ini, petugas menemukan 20 bal ganja kering dengan berat sekitar 20 Kg ganja. Saat bus dihentikan, keduanya terlihat gugup, sehingga petugas memeriksa barang bawaan masing-masing berupa tas ransel warna abu-abu merk Polo Power dan satu tas tas ransel warna cokelat merk Polo Power.

Hasil interogasi Purnama dan Asep mengakui tergiur dengan iming-iming upah Rp 20 juta untuk membawa ganja. Mereka menerangkan disuruh oleh seorang laki-laki berinisial TG warga Cianjur Jabar.

"Kami disuruh TG untuk mengambil ganja dari seorang laki-laki yang biasa dipanggi PAN di Biureun Aceh, disuruh membawa ke Cianjur. Kami diupah sejumlah Rp. 20 juta kalau barang sudah sampai," kata Purnama didampingi Adep soal upah.

Kini, kedua warga Jawa Barat itu terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolres Langkat, Sumatera Utara. Selanjutnya Kasat Res Narkoba, Kanit II dan Tim Opsnal Satnarkoba berupaya melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved