5.000 Kepala Sekolah di Sumatera Utara Belum Tersertifikasi

Selain wajib bersertifikat, setiap calon kepala sekolah juga harus memiliki sertifikat pendidik dan berjenjang karier strata satu (S1).

5.000 Kepala Sekolah di Sumatera Utara Belum Tersertifikasi
Int
Ilustrasi 

MEDAN, TRIBUN - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat sebanyak 5.419 kepala sekolah di Sumatera Utara tidak memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). Kepala sekolah yang sudah memiliki STTPP sebanyak 3.644 orang.

Padahal Kemendikbud telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Peraturan tersebut untuk meningkatkan kapabilitas guru yang hendak diangkat menjadi kepala sekolah. Dalam peraturan itu termaktub, setiap kepala sekolah wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah atau memiliki sertifikat kompetensi.

Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Santi Ambarukmi menyatakan, calon kepala sekolah wajib memiliki sertifikat kompetensi berdasarkan peraturan menteri tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

"Kita mengacu kepada standar yang ada. Sebelum diangkat menjadi kepala sekolah, harus ada pelatihan calon kepala sekolah, sertifikat pendidik dan S1," katanya melalui sambungan telepon genggam, Senin (14/10).

Selain wajib bersertifikat, setiap calon kepala sekolah juga harus memiliki sertifikat pendidik dan berjenjang karier strata satu (S1).

Santi mengatakan, diperlukan sertifikat pendidik bagi calon kepala sekolah, agar bisa membina para guru. Jika calon kepala sekolah sudah mendapat sertifikat tersebut, maka dapatkan dikatakan sebagai guru profesional.

"Kepala sekolah harus paham proses pembelajaran. Kepala sekolah itu harus dari guru, harus memiliki sertifikat pendidik untuk menuntun para guru. Setelah mendapat sertifikat pendidik baru dikatakan guru profesional," ujarnya.

Walaupun kepala sekolah berasal dari guru, kata Sani, tugasnya jauh berbeda. Kepala sekolah melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap guru-guru. Calon kepala sekolah juga wajib dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang ada.

"Tugas kepala sekolah berbeda dengan guru. Kepala sekolah lebih pada fungsi manajerial, dan bisa memanfaatkan sumber daya yang ada," ucapnya.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved