Hadiri Lustrum XII dan Reuni Akbar Fakultas Teknik USU, Gubernur Edy: Jangan Curigai Saya

Edy berharap agar lulusan Teknik USU nantinya dapat bersinergi dengan Pemprovsu untuk membenahi Sumut, dan tidak saling mencurigai.

Hadiri Lustrum XII dan Reuni Akbar Fakultas Teknik USU, Gubernur Edy: Jangan Curigai Saya
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI br TARIGAN
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat menghadiri Lustrum XII dan Reuni Akbar Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) di Gedung Auditorium USU, Jalan DR. Mansyur Nomor 9, Padang Bulan, Rabu (16/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi hadiri dan bawakan talkshow dalam Lustrum XII dan Reuni Akbar Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) di Gedung Auditorium USU, Jalan DR. Mansyur Nomor 9, Padang Bulan, Rabu (16/10/2019).

Edy mengaku berharap besar kepada alumni fakultas Teknik agar mengambil peran penting dalam pembangunan di Sumatera utara.

Edy dalam persentasinya juga menjelaskan bagaimana saat ini seluruh negara sedang bersaing dalam berbagai hal, baik itu ekonomi, sosial politik, hingga budaya.

"Cina tidak hanya melaksanakan kerjasama ekonomi, tapi sekarang sudah disebut juga dengan state capitalism. Dimana cina menjalankan usahanya yang dipimpin oleh pemerintahan cina sendiri dan ini disebarkan melalui program OBOR (One Belt One Road)," katanya.

Program OBOR tersebut kata Edy telah memakan korban jebakan hutang sebagian negara seperti Sri Lanka, Pakistan, Montenegro, Maldives, hingga Djibouti.

"Di Indonesia sendiri, OBOR Sudah berjalan dan sudah ada 13 proyek di Indonesia yang berjalan dengan total nilai 14 miliyar dolar atau 224 Triliun per Januari 2018. Dan hasil pertemuan di Beijing 25-28 April 2019 sebanyak 28 proyek dengan nilai bisnis mencapai Rp. 1.296 Milyar," katanya.

Edy mengaku percaya bahwa yang berhasil masuk ke Fakultas teknik adalah orang-orang pilihan yang memiliki tingkat intelektual yang mumpuni dalam menghadapi perubahan zaman.

"Saya tak ngomong yang saya tak tahu, saya ngomong apa adanya. Tadi saya tanya ke rektor dua ada tehnik lingkungan, yang sudah enam tahun dan sudah ada 160 alumninya. Seharusnya lingkungan Sumut ini sudah clear. Dimana 160 orang ini?," katanya.

Edy berharap agar lulusan Teknik USU nantinya dapat bersinergi dengan Pemprovsu untuk membenahi Sumut, dan tidak saling mencurigai.

"Kenapa Cina bisa begitu, karena insinyur tehniknya bersatu dengan Gubernur, begini kuatnya mereka, pasukan , kapalnya, pesawatnya, sedangkan kita ribut terus. Saya perlu proklamirkan, saya penguasa ini yang dipilih rakyat, tolong percayalah, jangan tak percaya. jangan Gubernur yang kalian curigai, saya pengin membangun Sumut yang kita cintai ini," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved