Keterangannya Berbelit-belit, Hakim Perintahkan Menahan Bos Judi Togel, Langsung Dieksekusi Jaksa

Majelis Hakim yang diketuai Saidin Bagariang akhirnya mengeluarkan surat penahanan terhadap warga Jalan Sutomo Nomor 140 A Kelurahan Mesjid.

Keterangannya Berbelit-belit, Hakim Perintahkan Menahan Bos Judi Togel, Langsung Dieksekusi Jaksa
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa kasus perjudian toto gelap (togel) Hengki bin Aki akhirnya ditahan di jeruji besi usai Majelis Hakim mengeluarkan penetapan penahanan karena memberikan keterangan berbelit, PN Medan, Rabu (16/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa kasus perjudian toto gelap (togel) Hengki bin Aki akhirnya ditahan di jeruji besi usai Majelis Hakim mengeluarkan penetapan penahanan karena memberikan keterangan berbelit.

Hal ini terungkap dalam dalam sidang agenda keterangan terdakwa di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (16/10/2019).

Majelis Hakim yang diketuai Saidin Bagariang akhirnya mengeluarkan surat penahanan terhadap warga Jalan Sutomo Nomor 140 A Kelurahan Mesjid karena dianggap majelis hakim berbelit memberikan keterangan.

"Jadi mulai hari ini, kami (Majelis Hakim) mengeluarkan penetapan dan melakukan penahanan terhadap terdakwa. Dengan ini menyatakan terdakwa agar ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan)," cetus hakim Saidin Bagariang.

Usai sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ermahyanti Tarigan menerangkan akan langsung menjalankan penetapan hakim.

"Kita jalankan penetapan hakim. Memang sudah nasib dia (terdakwa)," terang Erma.

Di dalam persidangan, terdakwa Hengki mengakui telah melakukan perjudian sebanyak 2 kali. Dia membeli togel dan menebak judi bola melalui Joko (DPO).

"Sudah 2 kali pak hakim. Saya beli pakai hape ke Joko," ujar pria 60 tahun ini.

Namun, terdakwa banyak berbelit memberikan keterangan saat ditanya majelis hakim.

Dalam dakwaan JPU Ermahyanti Tarigan, petugas Dit Reskrimum Poldasu mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terdakwa ada melakukan perjudian togel dan judi bola. Setelah menerima informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan.

"Ternyata, benar didapat bahwa terdakwa berperan sebagai pemain atau pemasang judi togel dan bola dengan menggunakan hape miliknya. Lalu, petugas melakukan penangkapan terhadap terdakwa," kata JPU.

Kepada petugas, terdakwa mengakui telah memasang nomor taruhan judi togel kepada Joko pada Rabu tanggal 13 Maret 2019 sekira jam 17.00 WIB, berupa 2222x100, 7959x100, 2278x100, 7822x100, 7113x100, 1121x100, 2111x100, 1112x100, 0502x100, 0602x100, 0702x100, 1216x100, 1612x100, 1397x50, 0791x50, 2770x50, 2880x50, 1880x50, 1808x50, 8076x50 dan 2359x50.

Selain itu, terdakwa juga memasang taruhan judi bola berupa; Barcelona VS Lyon sebesar Rp 300.000; Bayer Munchen VS Liverpool Rp 200.000; Derby Country VS Stoke City Rp 100.000; Boro VS PRE Rp 100.000; Now VS Hull Rp 100.000; WBA VS Swansea City Rp 100.000.

"Adapun cara terdakwa memasang taruhan judi togel dan bola adalah dengan cara mengirimkan pesan singkat (SMS) melalui hape ke nomor Joko. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHPidana," pungkas Tarigan.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved