Polres Tanjungbalai Rebus 18,8 Kilo Sabu dan 9.840 Butir Pil Ekstasi

AKBP Putu Yuda Prawira menyebutkan adapun narkotika yang dimusnahkan berupa 18,8 kilogram sabu dan 9.840 butir pil ekstasi hasil tangkapan.

Polres Tanjungbalai Rebus 18,8 Kilo Sabu dan 9.840 Butir Pil Ekstasi
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yuda Prawira (kanan) hendak memasukan narkotika jenis sabu ke dalam dandang berisi rebusan air untuk dimusnahkan di halaman Mapolres Tanjungbalai, Rabu (16/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Polres Tanjungbalai memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di halaman Mapolres Tanjungbalai, Rabu (16/10/2019).

Seluruh barang bukti narkotika dimusnahkan dengan cara diblender yang kemudian direbus dalam dandang berukuran sedang.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yuda Prawira menyebutkan adapun narkotika yang dimusnahkan berupa 18,8 kilogram sabu dan 9.840 butir pil ekstasi hasil tangkapan sejak Juli 2019.

"Barang bukti yang dismunahkan merupakan hasil tangkapan Sat Narkoba dan Sat Pol Air sejak tiga bulan terakhir," kata Putu, Rabu.

Barang bukti ini merupakan milik lima orang tersangka dari empat kasus yang dibawa dari Malaysia melalui perairan Selat Malaka menuju Tanjungbalai.

Dari hasil penyidikan, rencananya barang haram itu umumnya akan diantarkan kepada seseorang untuk selanjutnya diedarkan ke berbagai daerah di Sumut.

"Narkotika yang dimusnahkan ini dipasok dari luar negeri ke Indonesia melalui Tanjungbalai. Kami juga masih mengembangkan apakah ini jaringan internasional masih didalami. Karena para tersangka yang ditangkap ini hanya bertindak sebagai kurir," ucap mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan itu.

Adapun para tersangka dalam kasus kepemilikan narkotika tersebut adalah Supian Hadi yang ditangkap pada 13 Juli 2019 karena memiliki 8,9 kilogram lebih sabu dan 9.840 butir pil ekstasi.

Selanjutnya tersangka Munawir, warga Aceh yang tertangkap pada 21 Juli 2019 dengan kepemilikan barang bukti berupa 7,7 kilogram sabu. Tersangka Adli dan Baihaki, keduanya merupakan TKI yang ditangkap pada 25 Juli 2019 oleh petugas Sat Pol Air Polres Tanjungbalai dengan barang bukti berupa 2 kilogram sabu.

Terakhir, tersangka Ali Juliansyah ditangkap pada 25 Juli 2019 dengan barang bukti berupa satu kilogram sabu.

"Sebagian barang bukti telah dibawa ke Labfor untuk kepentingan penyidikan," sebutnya

Putu mengatakan seluruh tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU No 35 tahun 20 tentang Narkotika.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved