Breaking News:

Sekda Gidion Purba Siap Mundur dari PNS, Ikut Kontestasi Pilkada Simalungun

"Bulan ini mengundurkan diri. Siaplah kita maju jadi bupati. Surat nanti langsung ke Pak Bupati, gak ke sana (Kemendagri),"katanya.

Penulis: Tommy Simatupang |
TRIBUN MEDAN / Tommy Simatupang
Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Gidion Purba (kiri, pakaian PNS). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Gidion Purba siap mengundurkan diri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk maju dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020. Gidion saat ditemui di Cafe OH5 Jalan Thamrin Kota Pematangsiantar, Rabu (16/10/2019) mengungkapkan akan mengundurkan diri bulan ini.

Ia mengatakan surat pengunduran diri akan disampaikan ke Bupati Simalungun JR Saragih.

"Bulan ini mengundurkan diri. Siaplah kita maju jadi bupati. Surat nanti langsung ke Pak Bupati, gak ke sana (Kemendagri),"katanya.

Saat disinggung partai favorit untuk maju Pilkada, Gidion mengatakan semua partai diminati. Namun, ia mengungkapkan beberapa partai seperti NasDem, Hanura, Demokrat, dan PDI Perjuangan.

"Semua kita favoritkan. Hanura, NasDem, PDI Perjuangan. Favorit semua,"katanya.

Gidion menampik jika berpasangan dengan Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga. Namun, ia tidak menutup kesempatan Amran jika meminta menjadi wakilnya dalam Pilkada 2020.

"Kalau dia (Amran) mau jadi nomor dua, silakan. Kalau saya gak mau jadi nomor dua,"katanya seraya menolak meminta ke Amran menjadi wakil.

Seperti diketahui, Gidion Purba sudah mendaftar ke DPC PDI Perjuangan Kabupaten Simalungun. Ia mendaftar dengan ditemani tim sukses yang mengenakan pakaian adat.

Gidion Purba juga mengklaim sebagai calon bupati Simalungun terbaik. Gidion yang sudah menjadi Sekda lebih dari lima tahun ini mengatakan partai berlambang banteng sudah di hatinya.

"PDIP dari dulu sudah di hati saya. Walaupun saya PNS, saya sudah mengamati beberapa partai. Semua partai tujuannya baik. Tapi, ada benang merah yang tak bisa saya ceritakan kenapa saya jatuh cinta kepada PDIP," katanya, Sabtu (14/9/2019) lalu.

Gidion melanjutkan, sesuai Undang-Undang (UU), partai yang mengusung satu bakal calon bupati harus memiliki 10 kursi di DPRD. Oleh sebab itu, kata Gidion masih melakukan komunikasi politik dengan partai lain.

"Saya juga mendekati partai lain yang memiliki minimal dua kursi di DPRD. Saya mendekati Golkar, Hanura, Nasdem, Partai Berkarya, dan PKS," bebernya.

Soal sosok wakil yang mendampinginya, Gidion menyerahkan hal itu kepada partai.

"Saya menghormati usulan partai. Kriteria nya pasti yang beragama Islam. Karena saya Kristen. Komposisi penduduk di Simalungun mengatakan begitu. Harus ada keseimbangan,"pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved