Staf Protokoler Wali Kota Medan Andika Menghilang setelah Dzulmi Eldin Ditangkap KPK

Staf protokoler berinisial And ini membahayakan jiwa petugas KPK karena kabur setelah dibuntuti petugas KPK.

Staf Protokoler Wali Kota Medan Andika Menghilang setelah Dzulmi Eldin Ditangkap KPK
TRIBUNNEWS
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin saat tiba di kantor KPK, Jakarta 

TRIBUN-MEDAN.com -Komisi Pemberantasan Korupsi sedang mencari staf protokoler/ajudan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang baru saja terjaring operasi tangkap tangan.

Staf protokoler berinisial And ini membahayakan jiwa petugas KPK karena kabur setelah dibuntuti petugas KPK.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Febri Diansyah mengatakan, salah satu pihak yang dicari KPK tadi malam mencoba melarikan diri dan hampir menabrak tim KPK di lapangan.

"Tadi malam, sekitar pukul 21.25 WIB ketika Tim mendatangi rumah Kepala Dinas PU, terpantau sebuah mobil Avanza silver yang diduga dikendarai oleh staf protokol Walikota, saudara And."

"Merasa diikuti, pengemudi melajukan mobil dengan kencang di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Sampai akhirnya dalam posisi yang sudah diapit oleh tim, mobil berhenti, namun saudara And tidak turun," katanya, Rabu (16/10/2019).

Tim KPK lalu menghampiri mobil tersebut dan menyampaikan bahwa tim berasal dari KPK sekaligus menunjukkan identitas KPK.

Tapi pengemudi justru memundurkan mobil dan memacu kecepatan hingga hampir menabrak Tim KPK.

Dua orang tim selamat karena langsung meloncat untuk menghindari kecelakaan.

"Kami ingatkan pada seluruh pihak yang ada agar tidak mengambat pelaksanaan tugas KPK dan bersikap koperatif. Kepada saudara And agar segera menyerahkan diri dan tidak berupaya menghindar dari petugas," katanya.

Saat ini, tim KPK terus melakukan pencarian keberadaan And yang diduga menerima tambahan Rp50 juta dari Kepala Dinas yang akan diperuntukkan pada Walikota.

Seorang sahabat Dzulmi Eldin yang dihubungi Tribun Medan mengaku terkejut mendengar Wali Kota Medan itu terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK.

Ia berupaya menghubungi beberapa ajudan, satu di antaranya yang bernama Andika dan diduga adalah oknum berinsisial And yang dimaksudkan KPK, namun tak mendapat respon. 

WA milik Andika juga tidak aktif. 

"Andika aku telepon tidak bisa. WA juga tidak aktif lagi. Kawan-kawan yang lain, saya tanya juga jawaban serupa bahwa Andika menghilang," katanya.

(tio/tribun-medan.com) 

Penulis: jefrisusetio
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved