Begini Suasana Martuppol Rina boru Nasution dan Roni Sihombing hingga Nyaris Diberkati Pendeta HKBP

Kami sudah melakukan prosedur dimana meminta identitas, bahkan dia berbohong kalau masih single dengan menunjukkan KTPnya asli

Istimewa / Tribun Medan
Suasana di dalam Gereja HKBP Delitua saat anak Rina Nasution masuk ke dalam gereja untuk melihat ibunya yang hampir menikah lagi, Selasa (15/10/2019) 

T: Selanjutnya setelah mendapatkan semua data dan persetujuan orang tua, apa kelanjutan Amang?

D: Rina akhinya menjalani konseling, saya tidak ada masalah. Saya sebagai Pendeta selalu mengatakan kamu umur 26 tahun menjalani agama ini, apakah kamu yakin hanya gara gara laki-laki ini, kamu tinggalkan agamamu? Saya pastikan dulu itu supaya jangan ada yang dipaksakan. Karena kita mau orang memeluk agama Kristen dengan tulus. Tapi dia tetap bertahan, sebelum tanggal 28 September Rina memperkenalkan sebagai jemaat belajar sebelum menerima baptisan. Dan disitu dibuat surat pernyataan tanpa paksaan memasuki Agama Kristen.

T: Lalu bagaimana selanjutnya Amang?

D: Lalu Rina tandatangan dan tanggal 29 September di saat dia mau dibaptis saya tanya kembali, memang serius masuk Kristen dan berumah tangga sama Roni? Kalau memang tidak berpikirlah kami tidak memaksa sama sekali. Tapi dia tetap bertahan, dia bilang saya sudah cinta sama Roni Sihombing dengan kehendaknya sendiri dan surat pernyataan nya itu ada.  setelah kita baptis, masuk menjalani pembelajaran lagi.

T: Kapan berlangsungnya Martumpol  (salah satu tahap yang wajib dilakukan dalam prosesi perkawinan adat batak)?

D: Setelah itu mereka menjalani martumpol pada tanggal 5 Oktober.  Semua sudah beres dan saksi menandatangani semuanya. Lalu disitu ditanyakan apakah masih ada hubungan dengan pria lain. Lalu Rina bilang tidak ada begitu juga mempelai laki-laki. Ditanya sama orangtua, apakah sudah setuju kalian, sudah katanya. Lalu ditanya sama jemaat yang hadir apakah ada yang keberataan, lalu semua jawab tidak. Disitu kita menunggu sampai 2 kali ditingting (warta gereja). Jadi masuk tingting pertama dan kedua tidak ada yang keberatan maka berlangsung tanggal 15 Oktber itu pernikahan. Karena semua prosedur sudah dilakukan.

T: Bagaimana kejadian di dalam Gereja saat acara pemberkatan?

D: Waktu masuk ibadah, di saat saya membacakan nasihat pernikahan.  Perasaan saya tidak enak, saya lihat keluar kenapa gerbang ditutup. Lalu saya suruh calon Diakones untuk melihat kenapa gerbang ditutup. Lalu dia mengatakan, Amang ada laki-laki di luar mengaku sebagai suaminya dan membawa anak. Langsung saya disitu batalkan pemberkatan dan suruh mereka berdua duduk. Disitu juga saya minta keluarga saya bilang untuk batalkan pernikahan, dengan memohon jangan saya dipaksakan untuk melakukan pernikahan ini.  Saya serahkan kepada keluarga untuk menyelesaikan. Lalu saya masuk konsistori.

T: Lalu apa yang Amang Pendeta lakukan untuk menyelesaikan hal tersebut?

D: Karena saya lihat masih tarik menarik terus, saya pergi ke dalam Gereja dan saya panggil Rina Nasution itu untuk ngomong berdua. Saya katakan di konsistori, selama satu bulan lebih kamu bilang masih single, siapa yang diluar? Lalu dia mengaku dan mengatakan itu suami saya dan dibawanya anak saya. Lalu saya bilang hadapi masalahmu dan pertangggung jawabkan lalu saya tanyaan apakah si Roni tau ini semua? Lalau Rina mengatakan bahwa Roni juga mengetahui Rina tidak single lagi.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved