DZULMI ELDIN - SEDERET PENGHARGAAN Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Akhirnya Tercoreng Diciduk KPK

DZULMI ELDIN - SEDERET PENGHARGAAN Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Akhirnya Tercoreng Diciduk KPK

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
DZULMI ELDIN - SEDERET PENGHARGAAN Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Akhirnya Tercoreng Diciduk KPK 

Sebagaimana dikutip dari Antara, penghargaan itu diserahkan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di sela-sela upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-23 di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara pada 29 April 2019.

Menurut Edy, penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemprov Sumut kepada sejumlah pemerintah kabupaten/kota yang dianggap telah berhasil menyelenggarakan pemerintahan daerah sesuai dengan capaian kerja yang telah direncanakan di berbagai bidang.

Baca juga: Jadi Tersangka, Harta Kekayaan Wali Kota Medan Mencapai Rp 20 Miliar

Ia juga berharap penghargaan ini dapat semakin memotivasi para kepala daerah agar terus meningkatkan kinerjanya.

"Semoga ini bisa menjadi sebuah refleksi sekaligus menunjukkan eksistensi daerah dalam peningkatan mutu dan pelayanan guna kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing," kata Edy.

4. Penghargaan Indonesia Creative Leader

Dalam waktu hampir bersamaan, dalam acara Goverment Award yang digelar MNC Group pada 30 April 2019, Dzulmi kembali menyabet penghargaan.

Kali ini, ia dinobatkan sebagai salah satu kepala daerah yamg dianggap sukses dengan gelar Indonesia Creative Leader.

Namun, penghargaan baru diserahkan pada 22 Juli 2019 karena Dzulmi berhalangan hadir dalam acara itu.

Walikota Medan, T. <a href='https://medan.tribunnews.com/tag/dzulmi-eldin' title='Dzulmi Eldin'>Dzulmi Eldin</a> mengaku Pemko Medan belum memiliki anggaran untuk mengelola Gedung Warenhuis. Dia berharap ada tangan-tangan yang mau mengelola sekaligus melestarikannya. Dia mempersilakan kepada yang ingin mengelola dan melestarikannya, pihaknya akan membuat open bidding (lelang terbuka)

Walikota Medan, T. Dzulmi Eldin mengaku Pemko Medan belum memiliki anggaran untuk mengelola Gedung Warenhuis. Dia berharap ada tangan-tangan yang mau mengelola sekaligus melestarikannya. Dia mempersilakan kepada yang ingin mengelola dan melestarikannya, pihaknya akan membuat open bidding (lelang terbuka)(KOMPAS.COM/DEWANTORO)

5. Tokoh Peduli Pendidikan

Universitas Prima Indonesia (Unpri) menobatkan Dzulmi sebagai Tokoh Peduli Pendidikan pada 12 Oktober 219.

Salah satu alasan penghargaan tersebut diberikan kepada Dzulmi yakni dukungannya atas pendidikan formal dan nonformal di Medan.

Dengan penghargaan tersebut, Dzulmi mengaku semakin terpacu dan termotivasi untuk memberikan dan melakukan yang terbaik untuk Kota Medan dalam segala bidang, terutama meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Baca: PKS Nyatakan Dukung Jokowi Terbitkan Perppu KPK, Sebut Gelombang Penolakan UU KPK Sangat Besar

6. Penghargaan dari Kementerian UKM

Dikutip dari situs Pemerintah Kota Medan, untuk ketiga kalinya, Dzulmi memboyong penghargaan Penghargaan Natamukti 2019 dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Penghargaan itu diserahkan Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM RI, Rully Indrawan didampingi Chairman ICSB Hermawan Kartajaya, di awal Oktober 2019.

Baca: PKS Nyatakan Dukung Jokowi Terbitkan Perppu KPK, Sebut Gelombang Penolakan UU KPK Sangat Besar

Baca: 5 Wisata Pantai di Medan Sekitarnya, Selain Pantai Cermin, Air Sumur Pandan Bikin Awet Muda

Penghargaan ini menandakan bahwa Kota Medan berhasil memasarkan produk UMKM daerah, mendorong peningkatan kualitas produk serta berkomitmen dalam membangun ekosistem UKM di daerahnya.

Dzulmi menganggap penghargaan ini jadi lecutan semangat untuk terus meningkatkan ekosistem UMKM serta kualitas produk sehingga mampu memasarkan produk lokal Kota Medan baik di taraf nasional maupun mancanegara.

7. Penghargaan dari Kementerian Agama

Dzulmi juga pernah menerima penghargaan dari Kementerian Agama sebagai salah satu tokoh yang berperan besar dalam mewujudkan kerukunan umat beragama dan pembangunan keagamaan di Sumatera Utara.

Baca: Nikita Mirzani Bikin Hotman Paris Termangu, Blak-blakan Akui Sering Lakukan Hal Ini pada Teman

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin dalam acara amal bhakti ke 73 Kementerian Agama Republik Indonesia yang di gelar di Gedung Medan International Convention Center (MICC), jalan Gagak Hitam pada 7 Januari 2019.

Setelah mengucap syukur, Dzulmi mengajak seluruh masyarakat kota Medan untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama yang selama ini sudah terbangun dengan baik.

Baca: UU KPK Hasil Revisi Resmi Berlaku kendatipun Tanpa Tanda Tangan Presiden, Simak Alasannya

Penghargaan serupa juga diberikan kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Ketua MUI Sumut, Abdullah Syah, Ketua FKUB Sumut, Maratua Simanjuntak, Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu, Tuan Guru Babussalam, Syekh Haji Hasyim Al-Syarwani dan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama lain.

Suasana Balai Kota Medan

 Pasca penetapan T Dzulmi Eldin Oleh KPK, suasana di Balai Kota relatif kondusif. Aktivitas berjalan normal seperti biasanya, Kamis (17/10/2019).

Pasca ditetapkannya Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), suasana Kantor Wali Kota Medan Jalan Raden Saleh terlihat normal.

Terlihat pada aktivitas pegawai dan tamu yang hilir mudik di parkiran sepeda motor dan mobil di kantor wali kota.

Aktivitas normal terlihat di beberapa ruang kerja. Beberapa diantaranya tampak bercengkrama. Namun, saat ditanya mereka terlihat irit berbicara.

"Beraktivitas seperti biasa," kata seorang pegawai.

Satpol PP yang berjaga juga melakukan aktivitas normal.

"Situasi normal," jawab seorang Satpol PP yang sedang berjaga di pintu masuk.

Para awak media terlihat di lobi kantor wali kota memantau kondisi terkini dan menunggu para pejabat pemerintaha untuk meminta keterangan lebih lanjut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan dua orang lainnya sebagai tersangka.

Dua orang itu adalah Kepala Bagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar dan Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari.

Dzulmi dan Syamsul diduga sebagai penerima suap. Sementara, Isa diduga sebagai pemberi suap.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers, Rabu (16/10/2019).

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan dua orang lainnya sebagai tersangka.

Dua orang itu adalah Kepala Bagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar dan Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari.

Dzulmi dan Syamsul diduga sebagai penerima suap. Sementara, Isa diduga sebagai pemberi suap.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers, Rabu (16/10/2019).

Mereka terjerat dalam kasus dugaan suap terkait urusan proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019.

Atas perbuatannya, Dzulmi dan Syamsul disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Isa disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(cr17/tribun-medan.com)

Baca: 5 Wisata Pantai di Medan Sekitarnya, Selain Pantai Cermin, Air Sumur Pandan Bikin Awet Muda

Baca: Mahasiswa Bergerak Lagi, BEM SI Serukan Aksi Demonstrasi Desak Presiden Terbitkan Perppu KPK

Artikel dikompilasi dari kompas.com dan Tribbun-medan.com

DZULMI ELDIN - SEDERET PENGHARGAAN Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Akhirnya Tercoreng Diciduk KPK

Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved