Pencopotan Sekda Siantar Tidak Sesuai Prosedur, KASN Perintahkan Wali Kota Kembalikan Budi

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyatakan pencopotan Budi Utari Siregar sebagai Sekda Siantar tidak sesuai prosedur.

Pencopotan Sekda Siantar Tidak Sesuai Prosedur, KASN Perintahkan Wali Kota Kembalikan Budi
Tribun Medan / Tommy
Sekretaris Daerah Budi Utari Siregar saat ditemui di Kantornya Balai Kota Siantar, Kamis (12/9/2019). 

SIANTAR, TRIBUN-Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyatakan pencopotan Budi Utari Siregar sebagai Sekda Siantar tidak sesuai prosedur.

Menurut Asisten KASN Bidang Komunikasi dan Advokasi, Nurhasni, langkah yang diambil Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor cacat hukum. Maka dari itu, KASN memerintahkan Hefriansyah mengembalikan Budi sebagai Sekda.

"Prosedurnya dalam UU 30 walau substansinya benar, tapi prosedur cacat, sehingga harus dibatalkan. Ada tiga hal komponen yang tidak dipenuhi. Lebih detil mengetahui tiga komponen itu penyidik. Kalau memang Wali Kota menemukan temuan baru, bisa disampaikan ke KASN," kata Nurhasni, Rabu (16/10).

Ia mengatakan, kalaupun Budi bersalah, harusnya dipanggil dan dimintai klarifikasi. Bukan lantas mengajukan surat pencopotan. Maka dari itu, Nurhasni meminta Wali Kota Siantar bijak. Jangan terkesan bertindak sewenang-wenang terhadap bawahan.

Ia pun meminta Hefriansyah mematuhi rekomendasi yang disampaikan KASN. Paling lama, 14 hari setelah rekomendasi ini disampaikan, Budi harus kembali menjabat sebagai Sekda Siantar.

"Ini kan rekom bersifat wajib ditindaklanjuti. Ada temuan pelanggaran atas pencopotan itu. Kami berharap Wali Kota melakukan prosedur dengan benar, supaya tidak dinilai sewenang-wenang terhadap ASN," tegasnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Siantar, Zainal Siahaan tidak ingin menanggapi pernyataan Nurhasni. Katanya, sejauh ini dirinya belum menerima surat resmi dari KASN.

"Belum ada aku terima surat itu. Jadi aku enggak tahu," katanya. Senada dengan Zainal. Asisten I Pemerintahan Kota Siantar, Leonardo Simanjuntak tidak berani berkomentar.

Katanya, masalah ini bisa ditanyakan pada Asisten III Pemko Siantar. Namun, ia mengakui ada surat rekom dari KASN untuk mengembalikan Budi Siregar sebagai pimpinan ASN.

"Itu bukan bidangku. Ke Asisten III saja," ujarnya. Terpisah, Budi Utari yang dikonfirmasi mengaku sudah menerima surat rekomendasi dari KASN. Katanya, ia belum bisa kembali menjadi Sekda lantaran belum mendapat SK dari Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved