Penumpang Air Asia Simpan Sabu Dalam Anus, Ngaku Disuruh Toke Kepiting Asal Batubara

Pihak Bea dan Cukai Bandara Kualanamu berhasil menggagalkan aksi penyeludupan sabu-sabu seberat 46,5 gram

Penumpang Air Asia Simpan Sabu Dalam Anus, Ngaku Disuruh Toke Kepiting Asal Batubara
TRIBUN MEDAN/INDRA SIPAHUTAR
Tersangka AM menunjukkan barang bukti sabu-sabu seberat 46,5 gram yang sebelumnya ia simpan di dalam anusnya Kamis, (19/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pihak Bea dan Cukai Bandara Kualanamu berhasil menggagalkan aksi penyeludupan sabu-sabu seberat 46,5 gram yang disimpan di dalam anus oleh penumpang pesawat Air Asia AAQZ 129 dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Tersangkanya adalah AM warga Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Untuk proses penyidikan AM pun diserahkan oleh Bea dan Cukai ke Direktorat Narkoba Polda Sumut.

Kepala Bea dan Cukai Kualanamu, Bagus Nugroho Tamtomo Putro mengungkapkan penangkapan tersangka AM dilakukan pada Minggu, (13/10/2019) di area terminal Bandara.

Saat itu yang bersangkutan baru saja turun dari pesawat. Disebut keberhasilan pengungkapan kasus penyeludupan sabu ini berawal dari hasil analisa dan profiling.

"Dari hasil itu kemudian kita melakukan pemeriksaan barang bawaan dan dilanjutkan pemeriksaan badan. Jadi kita punya alat pendeteksi yang menunjukkan bahwa di dalam tubuhnya itu ada barang yang dicurigai. Kalau dari barang bawaannya kita tidak menemukan apapun," kata Bagus Kamis, (17/10/2019).

Untuk memastikan apa yang ada didalam tubuhnya bisa diketahui selanjutnya tersangka AM pun mereka bawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis berupa rontgen.

Dari hasil itu diketahui bahwa ada benda asing berupa satu bungkusan berwarna hitam yang berisi serbuk kristal putih dan disimpan di dalam anus.

" Saat itu juga dilakukan hasil pengujian awal dengan menggunakan narcotest dan dilanjutkan dengan pengujian ke Balai Laboratorium dan terbukti bahwa serbuk kristal putih itu merupakan jenis narkotika golongan 1 berupa Methamphetamin atau sabu," kata Bagus.

Saat dihadirkan kehadapan wartawan, AM mengaku ia hanya sebagai kurir.

Ia menyebut orang yang menyuruhnya adalah Ibas salah satu toke kepiting yang ada di Batubara.

Ia mengaku begitu menyesali perbuatan yang telah ia lakukan.

" Kalau di Malaysia ada yang membantu saya memasukkan barangnya ini. Sakit memang cuma kata yang bantu itu cuma sebentar sajanya sakitnya. Masukkan pakai bodylotion mereka. Ya saya menyesal karena ingat tiga anak saya. Sehari-hari saya cuma bekerja sebagai nelayan sajanya. Baru kali ini seperti ini,"kata.

Saat memberikan keterangan AM tampak berbelit-belit. Meski hanya sebagai nelayan tradisional namun ia mengaku sudah sering ke Malaysia untuk bermain judi. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved