Sidang Penyelundupan Sabu 60 Kg Melaysia ke Medan, Begini Pengakuan Terdakwa Safrizal

Terduga kasus kurir sabu, Safrizal alias Jal Bin Nurdin mengaku tidak mengenal Bang Pon (DPO) selaku otak pelaku pengiriman narkotika

Sidang Penyelundupan Sabu 60 Kg Melaysia ke Medan, Begini Pengakuan Terdakwa Safrizal
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terduga kasus kurir sabu, mengakui terpaksa melakukan pekerjaan itu karena mendapat ancaman. Pasalnya, dia sempat bekerja di sebuah toko dan tak memiliki dokumen resmi di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (17/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Terdakwa kasus kurir sabu, Safrizal alias Jal Bin Nurdin mengaku tidak mengenal Bang Pon (DPO) selaku otak pelaku pengiriman narkotika jenis sabu seberat 60 kg dari Malaysia ke Medan.

Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan beragendakan keterangan saksi di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (17/10/2019).

Safrizal mengakui terpaksa melakukan pekerjaan itu karena mendapat ancaman. Pasalnya, dia sempat bekerja di sebuah toko dan tak memiliki dokumen resmi.

"Saya kerja di sebuah toko di Malaysia tanpa dokumen (ilegal). Saya diancam (Bang Pon) kalau enggak mau (menjadi pengendali), saya dilaporkan ke pihak imigrasi. Kalau dilaporkan, saya kena hukuman," jelasnya.

Bahkan terdakwa menegaskan bahwa barang haram tersebut merupakan milik Bang Pon bukan milik dirinya.

"Saya gak kenal sama Bang Pon dan kami hanya komunikasi saja. Tapi Bang Pon mengaku kenal saya," terang Safrizal dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Syafril Batubara.

Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa setelah pengiriman sabu pertama sebanyak 60 kilogram berhasil dilakukan, dia telah masuk rumah sakit.

Safrizal menjelaskan bahwa tidak berurusan dengan pengiriman sabu lagi dan menyerahkan seluruh pengiriman kepada Syakirin kepada Bang PON.

"Jadi untuk pengiriman pertama yang sebanyak 60 kg baru saya jatuh sakit dan dibawa ke RS dan dirawat. Hingga akhirnya saya tidak berurusan lagi dengan pengiriman itu. Dan saya memberikan nomor hape milik Syarifuddin dan Syakirin (DPO). Dan Syakirin yang mengganti tugas dalam pengiriman kedua dan ketiga," bebernya.

Safrizal mengetahui bahwa Abdul Kawi, Syarifuddin dan Andi Syahputra ditangkap Mabes Polri dari media. Saat pengungkapan kasus tersebut, Safrizal sedang berada di Malaysia.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved