Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Ditetapkan Tersangka, 2 Kadis yang Ikut ke Jepang Tak Masuk Kantor

Seorang pegawai yang berjaga di lobi depan mengatakan tidak melihat kepala dinas sejak pagi tadi.

TRIBUNNEWS
Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) dini hari. 

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Medan Musaddad Nasution mengatakan, kunjungan yang dilakukan Pemko Medan ke Ichikawa, Jepang dalam rangka memperingati 30 tahun kerja sama Ichikawa dengan Kota Medan.

"Nanti tanggal 5 (November), Wali Kota Ichikawa akan datang kemari sebagai kunjungan balasan," katanya, Kamis (17/10/2019).

Pada pertemuan dengan wali kota dan anggota DPRD di sana, pihak Ichikawa kata Musaddad, membantu pemerintah kota baju tahan api sekitar 10 unit.

"Tanggal Juli 11-15 Juli. Kerja sama sudah ada sejak awal. Sister City sudah ada selama 30 tahun.

Mereka peringati mengundang tokoh masyarakat dari Ichikawa dan anggota DPR," tuturnya.

Musaddad mengatakan, anggota DPRD Kota Medan juga ikut dalam acara tetapi tidak tergabung dari rombongan Pemko. Undangan mereka berbeda.

Diungkapkannya, ada dua kepala dinas yang ikut dalam kunjungan.

"Pak Wali, Ibu, saya, Iswar (Kepala Dinas Perhubungan) dan Kadispenda (Suherman).

Anak Pak Wali tidak dalam rombongan," ujarnya.

Ditanya mengenai dimintai dana untuk menutupi pengeluaran yang tidak bisa ditutupi APBD saat melakukan kunjungan kerja, Musaddad mengaku tidak mengetahuinya.

Halaman
123
Penulis: Liska Rahayu
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved