Akhyar Siapkan Bantuan Hukum untuk Eldin, 3 Tersangka di Rumah Tahanan Berbeda

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka dugaan suap.

Akhyar Siapkan Bantuan Hukum untuk Eldin, 3 Tersangka di Rumah Tahanan Berbeda
Tribunnews/Irwan Rismawan
Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) dini hari. 

MEDAN, TRIBUN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka dugaan suap, Rabu malam. Terkait status tersangka Eldin, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan akan membantu pembelaan hukum.

Selain Eldin, KPK juga menetapkan Kepala Bagian Protokoler Syamsul Fitri Siregar, dan Kepala Dinas PUPR Isa Anshari sebagai tersangka. Eldin dan Syamsul diduga sebagai penerima suap. Sementara Isa diduga sebagai pemberi.

Apakah Pemko akan memberi bantuan hukum untuk tiga orang tersebut, Akhyar menjawab rencana itu ada.

"Nanti bagian hukum yang akan mempersiapkan itu," katanya, Kamis (17/10). Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Eldin, Syamsul dan Isa ditahan di tiga rumah tahanan yang berbeda untuk 20 hari pertama.

"Isa di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat, Syamsul di Rutan Klas I Salemba Jakarta Pusat, Eldin di Rutan Pomdam Jaya Guntur," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Kamis.

Eldin atas bantuan Syamsul diduga menerima suap secara bertahap dengan jumlah yang bervariasi dari Isa. Pada 6 Februari 2019, Eldin mengangkat Isa sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Medan. Setelah pelantikan itulah, Eldin mulai diduga menerima sejumlah pemberian uang dari Isa.

Isa diduga memberikan uang Rp 20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019 kepada Eldin. Sehingga nilai totalnya saat pada periode itu sekitar Rp 80 juta. Pada 18 September 2019, Isa diduga kembali memberikan uang Rp 50 juta ke Eldin.

"Pada Juli 2019, DE (Dzulmi Eldin) melakukan perjalanan dinas ke Jepang didampingi beberapa kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Perjalanan dinas ini dalam rangka kerja sama sister city antara Kota Medan dan Kota Ichikawa di Jepang," kata Saut.

Dalam perjalanan dinas tersebut, Dzulmi mengajak istri, dua anaknya, dan beberapa orang lainnya yang tidak berkepentingan.

Eldin bersama keluarganya bahkan memperpanjang waktu tinggal di Jepang, selama tiga hari di luar waktu perjalanan dinas. Pada masa perpanjangan tersebut, menurut Saut, keluarga Eldin didampingi Syamsul.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved