News Video

Asuransi Padi, Bayar Rp 36 Ribu Petani tak Perlu Khawatir Gagal Panen

Tak perlu khawatir gagal panen, petani bisa mendaftarkan lahan padinya ke Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)

TRIBUN-MEDAN.COM - Khawatir gagal panen? anda bisa mendaftarkan lahan padi anda ke Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

AUTP ini adalah produk asuransi yang ditujukan untuk para petani padi, baik pemilik maupun penggarap dengan tujuan melindungi kerugian petani jika terjadi gagal panen dan memberikan kepastian adanya jaminan modal biaya produksi untuk tanam berikutnya.

"Kalau petani gagal panen, dia bisa mendapat biaya untuk pengolahan lahannya kembali. Kerusakan fisik dan kerugian pada tanaman padi yang dijamin yaitu banjir, kekeringan, hama tanaman dan penyakit tanaman," ujar perwakilan AUTP Jasindo Cabang Medan, Lisa Anggreni, Kamis (17/10/2019).

Lisa Anggreni menjelaskan program AUTP ini hanya mewajibkan petani membayar Rp 36 ribu per hektare per musim tanam, sementara sisanya atau sebesar Rp 144 ribu ditanggung oleh pemerintah.

Bila terjadi gagal panen akibat hama, kekeringan dan banjir, maka petani bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektare.

Diakui Lisa, meskipun banyak juga petani yang mengeluh tentang seringnya gagal panen, namun tetap saja para petani itu tidak menggunakan asuransi.

"Kita sudah sosialisasi kemana-mana, dan petani itu tahu, kendalanya mereka (petani) enggak mau mengeluarkan uang Rp 36 ribu itu saja. Begitu gagal panen lalu enggak punya duit, dia (petani) pinjam ke rentenir, lalu binggung. Begitulah petani kita dan itu saya yang belum bisa menemukan cara untuk mengubah mindset mereka," katanya.

Lisa mengatakan mulai tanam padi maksimal 30 hari, lalu setelah petani mulai tanam padi maka bisa didaftarkan asuransi, namun bila melewati 30 hari maka tanaman padi itu tidak bisa ditetapkan dalam asuransi.

"Luas lahan yang bisa diasuransikan maksimal hanya dua hektare per pertani. Petani juga harus masuk dalam satu kelompok tani (poktan) dan tidak boleh pribadi," ucap Lisa.

Diakuinya, pada 2019 ini setiap pendaftaran AUTP, sudah menggunakan aplikasi SIAP (Sistem Informasi Asuransi Pertanian).

"Ini luas pertanian, wilayah yang bisa mendaftar ke Jasindo dibuktikan dengan DPD (Daftar Peserta Definitif) ada 911,9 ha dan ini masih sangat sedikit, sedangkan jatah kita Sumatera Utara itu 30 ribu ha," ujarnya.

Bila gagal panen, kata Lisa, maka petani tersebut harus melapor ke Jasindo 3x24 jam.

Laporan awal berisi kelompok apa, kapan terjadi puso (gagap panen) dan berapa luas lahan kemudian dapat melengkapi berkas.

"Puso itu memang gagal panen, bukan kekurangan produksi, jadi ada petani itu yang mengira ada yang menjamin jika produksi berkurang. Klaim akan kita akan bayarkan secara transfer ke rekening kelompok tani. Jasindo tidak pernah bayar klaim secara tunai, kita tetap lakukan melalui transfer dan langsung masuk ke rekening kelompok tani dan bukan ke rekening pribadi," pungkasnya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved