Dua Terdakwa 100 Butir Pil Setan Diadili, Proses Penangkapan Polisi Menyaru jadi Pembeli

Kedua terdakwa yaitu Sedo Gautama alias Sedo dan Hendra Frenky alias Hendra, didakwa karena terlibat kepemilikan 100 butir pil ekstasi.

Dua Terdakwa 100 Butir Pil Setan Diadili, Proses Penangkapan Polisi Menyaru jadi Pembeli
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Dua warga Jalan Kapten Pattimura, Gang Saoh, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Medan, diadili di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua warga Jalan Kapten Pattimura, Gang Saoh, Kelurahan Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Medan, diadili di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (18/10/2019).

Kedua terdakwa yaitu Sedo Gautama alias Sedo dan Hendra Frenky alias Hendra, didakwa karena terlibat kepemilikan 100 butir pil ekstasi seberat 31 gram. Keduanya tampak pasrah saat didudukkan di kursi pesakitan.

Dalam berkas dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Randi Tambunan, awalnya terdakwa Sedo dihubungi seseorang yang akan membeli barang haram itu pada bulan Juli 2019.

"Saat pembeli ingin memesan pil ekstasi sebanyak 200 gram, terdakwa Sedo berkata kepada pembeli bahwa ekstasi tersebut belum ada dan akan dikabari ekstasi apabila sudah ada," kata jaksa di hadapan Hakim Ketua Dominggus Silaban.

Selanjutnya, menanggapi pesanan pembeli tersebut, terdakwa Sedo menghubungi terdakwa Hendra untuk menanyakan persediaan ekstasi itu.

"Hendra ada obat sama kau, ini ada orang pesan sama aku?" lalu terdakwa Hendra mengatakan "Gak ada, aku tanya kawanku dulu, kalau ada aku kabarin yah," kata jaksa menirukan ucapan terdakwa.

Seminggu kemudian tepatnya pada 7 Juli 2019 sekira pukul 23.30 WIB terdakwa Hendra menghubungi terdakwa Sedo dan mengatakan bahwa ekstasi sudah ada dengan harga perbutirnya Rp 130 ribu dari harga si penjual.

"Namun kedua terdakwa menaikan harga pil ekstasi kepada pembeli dengan harga perbutirnya Rp 150 ribu apabila laku terjual sebanyak 100 butir maka akan mendapatkan masing-masing Rp 1 juta," beber jaksa.

Kemudian keesokan harinya si pembeli datang bertemu dengan terdakwa Sedo di Gang Saoh dan mereka hendak menjemput ekstasi itu. Lantas, kedua terdakwa dan si pembeli berjumpa di Jl.Kuali tepatnya di pinggir jalan.

Setelah itu, terdakwa Hendra menyerahkan sebuah bungkusan plastik tembus pandang berisi pil ekstasi warna hijau kepada si pembeli.

Kemudian, pembeli melihat bungkusan yang berisikan pil ekstasi tersebut, di saat itu juga, setelah dicek, tak berapa lama beberapa orang yang mengaku polisi datang menangkap kedua terdakwa. Ternyata, pembeli ekstasi itu juga seorang petugas polisi yang menyamar.

Dari penuturan terdakwa, mereka mendapatkan pil ekstasi itu dari seorang temannya yang bernama Dian. Kedua terdakwa bersama barang bukti dibawa ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda guna proses penyidikan lebih lanjut.

Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 (2) jo Pasal 132 (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved