Jalan Tano Ponggol di Onan Ganjang Ancam Keselamatan, Ditutup Mulai 21 Oktober

Kondisi jalan Tano Ponggol, Desa Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang Kabupaten Humbang Hasundutan tidak layak dilintasi kendaraan.

Jalan Tano Ponggol di Onan Ganjang Ancam Keselamatan, Ditutup Mulai 21 Oktober
Istimewa
Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor beserta jajaran Pemkab Humbahas meninjau Kondisi jalan Tano Ponggol, Desa Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang Kabupaten Humbang Hasundutan. 

TRIBUN-MEDAN.com-Kondisi jalan Tano Ponggol, Desa Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan tidak layak dilintasi kendaraan.

Tony Simamora warga Humbahas mengatakan kondisi jalan yang buruk tersebut sudah berlangsung hampir setahun.

"Kondisi buruk ini sudah hampir setahun membahayakan pengendara," ujar Tony, Jumat (18/10/2019).

Menurut Tony, jalan tersebut sangat vital bagi warga di Onan Ganjang apabila ingin bepergian ke Dolok Sanggul maupun yang datang memuju Dolok Sanggul.

Apalagi, daerah ini daerah pertanian dan satu-satunya akses untuk mengangkut hasil pertanian harus melalui jalan ini.

Kondisi jalan terpantau longsor dengan kedalaman kurang lebih 50 meter dengan panjang 40 meter. Sementara badan jalan hanya tersisa untuk satu mobil, itu pun cukup membahayakan karena badan jalan tidak lagi rata.

Menyikapi hal itu, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor mengatakan telah berkoordinasi dengan Pimpinan proyek, Kadis PUPR Humbang Hasundutan, dan BPTK Sumut, Tano Ponggol.

Untuk perecepatan pembangunan, kata Bupati Jalan Lintas Pakkat-Dolok Sanggul diwacanakan ditutup mulai Senin, 21 Oktober 2019.

"Penutupan Jalan ini terpaksa dilakukan guna percepatan pembangunan jalan, agar tidak semakin merugikan masyarakat," tambahnya.

Ditambahkan Dosmar, warga yang akan ke Dolok Sanggul dianjurkan melintas dari Desa Sipagabu lanjut ke Parbotihan kemudian senaliknya. Dosmar juga sudah melihat langsung kondisi jalan di lokasi tersebut.

Kata Dosmar, proyek tersebut bersumber dari APBD Provinsi Sumut dan ditenderkan oleh Pemerintah Provinsi Sumut. Namun, Pemkab akan terus memantau proses pengerjaannya agar proyek tersebut dapat diselesaikan apalagi Natal dan Tahun Baru sudah dekat, sehingga pengguna jalan akan ramai melintas.

Lambatnya perbaikan jalan kata Dosmar disebabkan peralatan yang kurang memadai, SDM pekerja, serta musim hujan. (jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved