Kirim Ganja Kering 8 Kg Lewat Kantor Pos, Tepet Diringkus saat Ambil Paket

Tim sudah melakukan pengembangan sesuai alamat yang tertera. Tapi orang sesuai nama tertera di PT pos tidak berada di rumah

Kirim Ganja Kering 8 Kg Lewat Kantor Pos, Tepet Diringkus saat Ambil Paket
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Sidang kurir ganja 8 kg dengan menggunakan jalur kantor pos dengan terdakwa Hasanuddin (46) berlanjut dengan keterangan saksi di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang kurir ganja 8 kg dengan menggunakan jalur kantor pos dengan terdakwa Hasanuddin (46) berlanjut dengan keterangan saksi di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (18/10/2019).

Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sani Sianturi adalah bermarga Munthe dari Satres Narkoba Polres Tanjungbalai di ruang Cakra 9.

Saksi mengatakan, bahwa pihak penyidik telah melakukan pengembangan dengan mengejar si pengirim ganja kering sesuai alamat yang tertera pada paket pengiriman di PT Pos Tanjungbalai, setelah melakukan interogasi kepada terdakwa Hasanuddin.

"Tim sudah melakukan pengembangan sesuai alamat yang tertera. Tapi orang sesuai nama tertera di PT pos tidak berada di rumah," tutur Munthe.

Kedua saksi dari Polres Tanjungbalai tersebut menguraikan, informasi awal diterima dari Poldasu. Ada pelaku yang akan mengambil paket narkotika dari Kantor Pos Tanjungbalai di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Perwira Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjungbalai.

Tim kepolisian kemudian melakukan koordinasi dengan pimpinan PT Pos Tanjungbalai.

Hingga akhirnya terdakwa Hasan pun diberhentikan di depan kantor pos beberapa saat setelah mengambil paket kiriman tersebut.

"Hasanuddin kita amankan ke Mapolres Tanjungbalai berikut ganja kering yang telah dipaketkan tersebut. Terdakwa kemudian dilimpahkan ke Polda Sumut untuk pemeriksaan lanjutan," jelas Munthe

Sementara saksi lainnya dari PT Pos Tanjungbalai, Maulana menjelaskan bahwa pihak Bea dan Cukai telah melakukan penyortiran terhadap barang-barang yang dipaketkan dari maupun tujuan PT Pos Tanjungbalai.

"Pihak BC Tanjungbalai melaporkan, paket dengan pengirim NN ada alamat mendapatkan catatan khusus. Sebab temuan BC, isi paket disebutkan adalah pakaian. Namun hasil deteksi ‘x ray’ berisikan daun kering. Usai mendengarkan keterangan para saksi, Hakim Ketua Syafril Batubara SH melanjutkan persidangan pekan depan.

Sementara mengutip dakwaan JPU, warga Jalan Sei Pamali Lingkungan IV, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai tersebut dibekuk di depan Kantor Pos Tanjungbalai tanggal 17 Mei 2019.

Atas perbuatan terdakwa Hasanuddin dijerat pidana Pasal 114 (2). Subsidair Pasal 111 (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Yakni tanpa hak menjadi perantara dalam jual beli narkotika Golongan I jenis daun ganja kering.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved