Suami Bunuh Istri yang Dinikahi secara Siri lantaran Selingkuh dan Ucap 'Langkahi Dulu Mayat Saya'

Suami Bunuh Istri yang Dinikahi secara Siri lantaran Selingkuh dan Ucap 'Langkahi Dulu Mayat Saya'

Suami Bunuh Istri yang Dinikahi secara Siri lantaran Selingkuh dan Ucap 'Langkahi Dulu Mayat Saya'
Tangkap layar Facebook Ag PhoneCell
Warga mengangkat wanita yang diduga jadi korban penusukan. Warga banyak berkomentar kejadian di Kreneng. (Tangkap layar Facebook Ag PhoneCell) 

"Kasus penusukan ini terjadi di halaman Kampus STISPOL Wira Bhakti Bhakti Jalan Lely Nomor 1, Kereneng, Denpasar pada Selasa 15 Oktober 2019 sekitar pukul 20.00 wita," lanjut Benny.

Disebutkan pula kronologinya, pelaku datang dari Probolinggo menuju Denpasar dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Spin DK 5508 XM miliknya sehari sebelum aksi penusukan terjadi.

Setelah tiba di Denpasar, pelaku mencari korban Halima untuk bertemu di Kereneng atau di lokasi kejadian pada hari Selasa (15/10/2019) sekitar pukul 19.00 wita.

Korban yang datang dari Jawa ternyata sudah menyimpan pisau dapur yang ia beli di Pasar Kembang, Surabaya, Jawa Timur seharga Rp 45 ribu.

Pisau tersebut sebenarnya disiapkan pelaku untuk merencanakan aksi pembunuhan terhadap selingkuhan korban yakni Sholehudin alias Wawan.

Saat bertemu di Pasar Kereneng, Denpasar pelaku dan korban Halimah cekcok mengenai hubungan korban dengan Wawan.

Pelaku pun kesal dan emosi dengan ucapan korban yang mengatakan "Ya langkahi dulu mayat saya", selanjutnya pelaku mengambil pisau yang sudah ia bawa dan disimpan di jok motor.

Korban sempat melawan dan berusaha merebut pisau dari tangan pelaku, namun pisau pelaku mengenai korban.

Korban selanjutnya mundur dan lari menuju arah halaman Kampus Stispol hingga jatuh tertelungkup saat masih menggunakan helm.

Saat itu juga, pelaku yang masih dalam kondisi emosi kembali menusuk korbannya berkali-kali.

Halaman
123
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved