Tiga Terdakwa Kurir Sabu 10 Kg Antar Negara Disidang, Terdakwa Bawa Sabu dari Port Klang Malaysia

Terdakwa Zainal untuk membawa sabu dari Port Klang Malaysia menuju ke Medan dengan upah Rp 200 juta

Tiga Terdakwa Kurir Sabu 10 Kg Antar Negara Disidang, Terdakwa Bawa Sabu dari Port Klang Malaysia
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Tiga terdakwa kurir sabu 10 kg antar Malaysia-Medan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tiga terdakwa kurir sabu 10 kg antar Malaysia-Medan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (18/10/2019).

Kedua terdakwa adalah Zainal Abidin alias Ucok (51), Julparly Nasution alias Padly (29) keduanya warga Pasar Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau dan satu diantaranya Zulauni alias Zul (40) warga Jalan Pasar VI, Dusun VII, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Dalam sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Hasibuan mengatakan bermula pada hari Senin tanggal 20 Mei 2019 sekira pukul 14.00 WIB, terdakwa Zainal dan Padly berada di Panipahan Riau, dihubungi oleh Iqbal (DPO) menyuruh untuk membawa sabu dari Port Klang Malaysia menuju ke Medan melalui pelabuhan kecil Panipahan Riau.

"Saat itu terdakwa belum mengiyakan, namun empat hari kemudian tepatnya tanggal 24 Mei 2019 sekira pukul 08.00 WIB Iqbal kembali menghubungi dan menyuruh terdakwa Zainal untuk membawa sabu dari Port Klang Malaysia menuju ke Medan dengan upah Rp 200 juta apabila sabu tersebut sudah sampai ke tujuan dan sudah diserahkan kepada pembeli," ungkap JPU Irma.

Setelah sepakat, terdakwa Zainal bersama terdakwa Padly berangkat menuju Port Klang Malaysia melalui jalur laut dengan menggunakan kapal boat setelah melewati jarak tempuh selama 8 jam perjalanan, kedua terdakwa tiba di Pelabuhan Jeti Asa Niaga Port Klang Malaysia.

Keesokan harinya, Iqbal (DPO) menemui dan menyerahkan kepada kedua terdakwa 10 bungkus plastik warna kuning berisikan sabu bertuliskan guanyinwang yang disimpan di dalam 2 buah timba minyak oli sambil menerangkan kepada kedua terdakwa bahwa sabu tersebut sebanyak 10 bungkus masing-masing timba berisikan 5 bungkus dan berat seluruhnya 10 kg.

"Setelah mendapatkan sabu dari Iqbal (DPO) terdakwa Zainal meminta nomor handphone orang yang akan menerima sabu tersebut di Kota Medan, selanjutnya Iqbal memberikan uang tunai sebesar RM 1000 Malaysia kepada terdakwa Zainal sebagai biaya perjalanan." bebernya.

Kemudian terdakwa bersama Padly berangkat dari Pelabuhan Jeti Asa Niaga Port Klang Malaysia melalui laut menuju Pelabuhan kecil Panipahan Riau.

"Tak lama kemudian terdakwa Zainal bersama dengan Padly berangkat ke Medan dengan menggunakan mobil rental, setelah tiba di Medan pada hari Senin 27 Mei 2019 sekira pukul 05.00 WIB, kedua terdakwa menurunkan masing-masing timba oli yang berisikan sabu dan menyimpannya ke dalam sebuah rumah persinggahan milik keluarga terdakwa Padly," terang JPU.

Setelah itu, Iqbal (DPO) menghubungi terdakwa Zainal memberikan nomor handphone terdakwa Zulauni dan orang yang bernama Ali (pembeli).

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved