Turki Serang Suriah dan Sandera 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Dikabarkan, sekitar 50 senjata nuklir milik Amerika Serikat yang masih tertahan di pangkalan udara bersama di Turki kini "disandera" oleh Ankara

AFP/OZAN KOSE
Warga sekitar memandang kepulan asap yang membubung dari kota Suriah Ras al-Ain dari perbatasan Turki Ceylanpinar pada 11 Oktober 2019. 

Komunikasi telepon antara Trump dengan Ergogan pekan lalu, dan keputusan presiden AS untuk menarik diri dari Suriah usai membersihkan wilayah itu dari ISIS, disebut sebagai momen di luar perkiraaan oleh diplomat Amerika.

Setelah mengumumkan pemindahan pasukan untuk mengakhiri "perang tanpa akhir"di Suriah, Trump telah berulang kali dipaksa meningkatkan retorikanya di Turki, menyerukan gencatan senjata, dan menjatuhkan sanksi kepada para pejabat Ankara.

Namun ancaman dari AS tetap tidak berhasil menghentikan Turki dari melancarkan serangan militer ke Suriah dan sebaliknya semakin bergerak ke wilayah utara negara itu dan mengklaim wilayah serta terus menargetkan milisi Kurdi.

Dalam prosesnya, kelompok Kurdi Suriah telah meninggalkan penjara-penjara dan kamp penampungan yang menahan anggota ISIS, menyebabkan ratusan orang melarikan diri.

Sementara PBB mengatakan, puluhan ribu orang telah dipaksa mengungsi dan meninggalkan kediaman mereka akibat serangan, dengan puluhan lainnya menjadi korban tewas.

Artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: Erdogan Disebut Buang Surat dari Donald Trump ke Tempat Sampah dan Turki "Sandera" Sekitar 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved