Final Kepagian, Tim Basket Putri Methodist 2 Lawan Wahidin di Laga Pertama Honda DBL 2019
SMA Methodist 2 dan SMA Wahidin Sudirohusodo sudah harus saling mengalahkan sejak pertemuan pertama.
Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN-MEDAN.com - Laga seru sarat gengsi akan langsung tersaji di awal Kompetisi Honda Developmental Basketball League (DBL) North Sumatera series 2019, yang berlangsung di GOR UNPRI, Medan mulai 26 Oktober mendatang.
Berdasarkan hasil drawing untuk kategori putri 5x5, Dua tim unggulan yang juga finalis tahun lalu, SMA Methodist 2 dan SMA Wahidin Sudirohusodo sudah harus saling mengalahkan sejak pertemuan pertama.
Asisten pelatih tim basket putri SMA Methodist 2, Jenny mengatakan pertemuan pertama melawan SMA Wahidin merupakan partai final yang terlalu dini. Namun sebagai pelatih dia mengatakan tim nya tetap siap. Apalagi sejak awal mereka menargetkan untuk kembali menjadi juara dan ingin membalaskan kekalahan di partai final tahun 2018 lalu.
"Ini final yang terlalu cepat, tapi kami hadapi bersama-sama. Jadi kami benar-benar mengasah pemain untuk semangat serta pelatih juga harus mempersiapkan strategi yang terbaik," ujarnya usai Technical meetingbdi Ruang Serbaguna RS Royal Prima Medan, Lantai 5, Sabtu (19/10/2019) sore.
Kembali berlaga di ajang Honda DBL 2019, Jenny mengatakan tim nya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dia mengakui persaingan tahun ini akan sama ketatnya seperti tahun sebelumnya. Dia berharap para pemain SMA Methodist 2 mampu bermain maksimal untuk bisa meraih prestasi juara.
"Persiapan sudah sejak masuk sekolah bulan Agustus lalu. Targetnya ditanya semua tim pasti juara. Tahun 2010 kami juara, Tahun 2015 dan 2018 kami Runner up. Saingan berat selain Wahidin juga SMA Sutomo 1 karena tiga sekolah ini memang prestasi sudah diukir dan mereka menyiapkan wadah (bagi pemain)," pungkasnya.
Sementara itu, tim SMA Wahidin Sudirohusodo yang juara tahun lalu juga siap menghadapi lawan berat SMA Methodist 2. Pelatih tim basket SMA Wahidin Herijanto mengatakan persaingan ketat akan terjadi di kategori putri Honda DBL tahun ini. Karena itu tim nya akan dipersiapkan sematang mungkin untuk bisa kembali juara tahun ini.
"Sesuai hasil drawing tadi di pool ada tim-tim berat seperti Sutomo, Methodist 2 dan Ahmad Yani. Namanya drawing harus diterima. Harapan anak-anak bisa bermain lebih tenang," ujarnya.
Pemain SMA Wahidin Dwi Rahmayani mengatakan untuk bisa meraih kemenangan, tim nya harus bekerja keras sejak laga pertama. Apalagi mereka juga mengakui ketangguhan tim SMA Methodist 2 yang mereka taklukkan tahun lalu di final.
"Agak seram-seram juga sih melihat laga pertama langsung jumpa SMA Methodist 2. Final tahun lalu juga jumpa mereka, jadi harus kerja keras," ujarnya.
Sebagai persiapan jelang kompetisi Honda DBL 2019, Dwi yang kini duduk di kelas 3 SMA ini mengatakan para pemain terus menggeber latihan. Strategi untuk menembus pertahanan tim lawan juga akan mereka siapkan.
"Kami setiap hari latihan dan sudah ada pola-pola untuk memecahkan defense mereka. Fokus persiapan sudah ada 2 bulan. Sutomo 1 juga saingan berat yang kami kalahkan sebelum semifinal. Tapi enggak usah mikir banyak dulu yang penting satu langkah lewati Methodist 2 dulu baru yang lain," pungkasnya.
Sementara itu untuk hasil drawing basket 5x5 kategori putra, tim-tim unggulan seperti Sutomo 1 akan menghadapi SMAN 4 Medan di laga pertama. Tim SMA Methodist 2 akan menunggu hasil laga antara SMA Methodist Binjai kontra Al Azhar plus. Sedangkan SMA Methodist Lubukpakam akan berhadapan dengan SMA Wahidin Sudirohusodo.
(cr11/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/honda_dbl_2019.jpg)