Kepala Sekolah SD di Desa Simangalam Ditemukan Tewas Tergantung Ditepi Suangai Kualuh

Seorang kepala sekolah salah satu sekolah dasar di Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan

Kepala Sekolah SD di Desa Simangalam Ditemukan Tewas Tergantung Ditepi Suangai Kualuh
internet
Ilustrasi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang kepala sekolah salah satu sekolah dasar di Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara ditemukan tewas tergantung di tepian Sungai Kualuh, Desa Tanjung Pasir, Jumat (18/10/2019).

Korban yang diketahui berinisial KS (59) itu ditemukan tergantung dengan tali menjerat lehernya. Sebagian tubuhnya terendam air sungai.

Informasi diperoleh, korban pertama kali ditemukan nelayan tradisional setempat, Ucok Simanjuntak saat hendak memancing menggunakan sampan kecil, Jumat pagi.

Ketika melintasi di aliran sungai Kualuh, Ucok melihat seorang laki-laki memakai baju kaos warna hijau tergantung dengan seutas tali di sebatang pohon yang berada di tepi sungai dengan kondisi telah meninggal dunia.

Ucok kemudian melaporkan penemuan itu ke warga dan kepala dusun kampung Jeruk Desa Tanjung Pasir oleh pemerintah desa melaporkan kepada petugas Polsek Kualuh Hulu.

Sebelumnya, pihak keluarga mengabarkan bahwa korban meninggalkan rumah pada Kamis malam.

Keluarga dan warga sempat mencari korban namun tak ditemukan. Barulah pada pagi hari, korban ditemukan tewas di aliran sungai.

“Korban merupakan warga Desa Simangalam,” kata Camat Kualuh Selatan, Hariaman, Sabtu (19/10/2019).

Peristiwa penemuan jasad korban itu, lanjutnya,saat telah ditangani pihak kepolisian.

Pihaknya sendiri belum mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Terpisah, Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat, setelah mendapat laporan warga, petugas langsung mengevakuasi korban ke TS Djasamen Saragih di Pematangsiantar.

“Korban dibawa ke sana untuk diotopsi,” kata Agus.

Hingga kini, pihaknya juga masih menunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Pihaknya juga masih mendalami kasus ini, apakah korban mengalami penganiayaan atau gantung diri.

“Masih kita dalami. Kita juga masih menunggu hasil otopsi,” jelas Agus. (mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved