Negara Habiskan Rp 734 Miliar untuk Rumah Pengungsi Korban Erupsi Sinabung

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjend TNI Doni Monardo kembali mengunjungi Kabupaten Tanah Karo.

Negara Habiskan Rp 734 Miliar untuk Rumah Pengungsi Korban Erupsi Sinabung
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Kepala BNPB RI Letjen TNI Doni Monardo (memakai kain tradisional Karo), didampingi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (dua kiri), melihat peta lokasi relokasi di Desa Siosar, Kecamatan Tigapanah, Jumat (18/10/2019). 

TIGAPANAH,TRIBUN-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjend TNI Doni Monardo kembali mengunjungi Kabupaten Tanah Karo.

Kali ini, kedatangan Doni untuk meresmikan pembangunan hunian tahap tiga korban erupsi Gunung Sinabung di Siosar, Kecamatan Tigapanah. Doni bilang, negara sudah habis Rp 734 miliar untuk membangun rumah para pengungsi.

"Ini sesuai dengan instruksi Presiden kepada saya, untuk memastikan program kebencanaan bisa berjalan dengan maksimal sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Untuk pembangunan tahap tiga ini, mudah-mudahan bisa segera selesai, kualitas bangunan juga seperti yang diharapkan oleh masyarakat," ujar kata Doni, Jumat (18/10).

Ia mengatakan, ada 892 unit rumah yang akan dibangun. Nantinya, rumah itu akan dihuni pengungsi dari tiga desa dan satu dusun. Ketiga desa dan satu dusun itu yakni Desa Sigaranggarang, Desa Suka Nalu, Desa Mardingding, dan Dusun Lau Kawar.

"Dalam pembangunan ini, masyarakat akan dilibatkan untuk program penataan rumah. Nantinya, akan hadir unsur etnik, guna mempertahankan kearifan lokal," kata Doni. Dengan begitu, masyarakat yang bakal tinggal di rumah baru akan lebih nyaman.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan dirinya kembali teringat pada tahun 2014 silam. Kala itu, ia masih menjabat sebagai Pangdam I/Bukit Barisan yang ikut berperan dalam proses pembukaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap).

"Tahun 2014 dan 2015 lalu Siosar ini masih hutan. Saya masih ingat kalau jaraknya ke sini itu sembilan kilometer dari persimpangan yang di Kabanjahe," katanya.

Edy mengatakan, untuk relokasi yang ditempatkan di Siosar sebenarnya membutuhkan rumah sebanyak 3800 unit. Namun, jika ditambahkan antara huntap tahap satu dengan tiga ini, total hunian mencapai 2000 unit.
"Jadi masih kurang 1800 rumah lagi," katanya.

Amatan www.tribun-medan.com, kedatangan Doni disambut dengan tarian adat. Kemudian, setelah memberikan kata sambutan, Doni langsung menandatangani prasasti tanda pembangunan relokasi tahap tiga.

Selanjutnya, Doni bersama Edy Rahmayadi melakukan peletakan batu pertama secara simbolis. Dilanjutkan dengan menanam bibit pohon di titik yang tak jauh dari peletakan batu pertama.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved