Akhyar Ungkap Enam Kecamatan di Medan Langganan Banjir, Solusi Sudah Dikoordinasikan ke Staekholder

Rapat koordinasi ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam upaya mengatasi genangan air maupun banjir di sejumlah kecamatan di Kota Medan.

Akhyar Ungkap Enam Kecamatan di Medan Langganan Banjir, Solusi Sudah Dikoordinasikan ke Staekholder
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga mendorong sepeda motor yang mogok saat melintasi banjir di Jalan Jawa, Medan, Rabu (9/10/2019). Hujan lebat mengguyur sejak siang hari membuat sejumlah kawasan di Kota Medan tergenang, akibat buruknya saluran drainase. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution mengungkapkan ada enam kecamatan di Kota Medan yang menjadi langganan banjir akibat drainase yang terkoneksi langsung dengan jalan negara, jalan tol serta perlintasan kereta.

Pasalnya, diameter gorong-gorong atau box culvert yang berada di bawah jalan maupun lintasan kereta api sangat kecil sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras turun

Hal ini diungkapkannya dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Konektivitas Drainase Yang Berhubungan Dengan Jalan dan Lintasan Rel Kereta Api (KA) di Balai Kota Medan, beberapa waktu lalu.

Rapat koordinasi ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam upaya mengatasi genangan air maupun banjir di sejumlah kecamatan di Kota Medan. Hal ini dikarenakan melihat sejumlah drainase yang terkoneksi langsung dengan jalan maupun lintasan kereta api ditenggarai sebagai pemicu terjadinya genangan air maupun banjir.

“Akibatnya terjadi back water sehingga air menggenangi wilayah sekitarnya. Untuk mengatasinya, gorong-gorong ataupun box culvert yang ada di bawah jalan maupun lintasan kereta api harus dibesarkan lagi. Selain melancarkan jalannya air, tentunya juga untuk mempermudah dilakukannya pembersihan,” katanya.

Didampingi Kepala Bappeda Kota Medan Irwan Ritonga serta dihadiri perwakilan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II, PT Hutama Karya Jalan Tol, PT Kereta Api Indonesia (Persero), keenam kecamatan tersebut adalah Medan Tembung, Camat Medan Helvetia, Medan Denai, Camat Medan Deli, Camat Medan Barat dan Medan Labuhan.

Menurut Akhyar, semua stakeholder yang ada harus ikut mendukung permasalahan yang ada di Kota Medan, satu diantaranya masalah infrastruktur yakni drainase yang memicu terjadinya genangan air maupun banjir. Apalagi drainase itu ada kaitannya dengan stakeholder yang bersangkutan.

“Oleh karenanya melalui rapat ini, kami berharap ada solusi untuk mengatasinya sehingga persoalan genangan air maupun banjir yang sangat dikeluhkan warga dapat di atas," terangnya.

Asisten Manager Penjaga Aset PT KAI (Persero) A Aman Yoga, salah satunya, sangat mendukung upaya mengatasi genangan air maupun banjir karena air merupakan musuhnya PT KAI. Diterangkannya, gorong-gorong maupun box culvert yang ada saat ini dibangun berdasarkan kajian dan mengadopsi dengan kondisi lingkungan ketika itu.

"Jika saat ini keberadaan gorong-gorong ataupun box culvert yang tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini sehingga perlu dilakukan pelebaran, PT KAI siap mendukungnya. Kami akan kerjasama dengan Balai Teknik. Pasalnya, tidak semua gorong-gorong bisa dilebarkan ada titik-titik yang tidak bisa dilintasi air yang akan berdampak dengan lintasan kereta api nantinya,” ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved