BPS Rilis Tingkat Okupansi Hotel di Medan Menurun, Begini Penjelasan Sejumlah Manajemen Hotel

Benar ada penurunan tingkat hunian tapi tidak jauh. Yang menyebabkan naik turun itu ada, harga tiket pesawat, cuaca seperti asap kebakaran.

BPS Rilis Tingkat Okupansi Hotel di Medan Menurun, Begini Penjelasan Sejumlah Manajemen Hotel
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Public Relation Executive Cambridge Hotel Medan, Tinera Siburian. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut), Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumut pada bulan Agustus 2019 mencapai rata-rata 47,88 persen, atau turun 0,54 poin dibanding Juli 2019 sebesar 48,42 persen.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia di hotel berbintang bulan Agustus 2019 mencapai 1,52 hari, turun 0,09 poin dibanding bulan Juli 2019.

"Tingkat okupansi hotel kami itu bagus, pada Agustus tahun ini kami closing pada 80 persen," ujar Public Relation Executive Cambridge Hotel Medan, Tinera Siburian, Minggu (20/10/2019).

Ia mengatakan pihaknya rajin melakukan company visit, courtesy call, dan lebih gencar mempromosikan promo-promo hotel.

"Rata-rata tamu-tamu kita itu dari domestik, ada dari Jakarta, Aceh, Pekanbaru. Kalau tamu internasional itu, kita ada dari Filipina, Malaysia, Singapore, dan China juga," ucapnya.

Ia berharap untuk pariwisata Sumut, agar semua pihak baik pemerintah maupun swasta lebih memperhatikan dan mempromosikan daerah wisata Sumut.

"Karena memang sebenarnya tempat wisata kita itu banyak dan indah-indah, tapi kurang dirawat dan dipromosikan. Hal ini nantinya juga akan berpengaruh dengan tingkat wisatawan menginap di hotel," kata Tinera.

Dalam kesempatan yang berbeda,
Front Office Manager Grandhika Hotel Medan, Ahmad Rithauddin Batubara mengatakan pada bulan Agustus, tingkat okupansi Grandhika Hotel Medan mencapai
71,64 persen dan pada bulan September berada di angka 70,02 persen.

"Benar ada penurunan tingkat hunian tapi tidak jauh. Yang menyebabkan naik turun itu ada, harga tiket pesawat, cuaca seperti asap kebakaran. Kemudian, jadwal event government yang tidak tetap, dan lahirnya pesaing seperti OYO dan lain-lain," ucap Ahmad.

Ia menambahkan tamu yang datang menginap bervariasi, untuk lokal ada dari Jakarta, Bandung, Aceh dan lain-lain. Sementara itu dari asing juga ada dari USA, Eropa, Asia. "Hanya saja pada Bulan Agustus tamu kita dominan dari government," katanya.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved