Cagar-cagar Budaya di Deliserdang Butuh Perhatian, Begini Respons Kadisporabudpar Faisal Arif

Faisal Arif Nasution mengakui bahwa saat ini memang masih ada beberapa cagar budaya yang memang sangat memerlukan perhatian.

Cagar-cagar Budaya di Deliserdang Butuh Perhatian, Begini Respons Kadisporabudpar Faisal Arif
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Satu di antara bangunan cagar budaya yang ada di Tanjung Morawa, Deliserdang, Minggu (20/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Beberapa bangunan cagar budaya yang ada di wilayah Kabupaten Deliserdang kondisinya sangat memprihatinkan saat ini. Tidak adanya perhatian dari pihak terkait membuat kondisi beberapa bangunan bersejarah rusak dengan dimakan waktu.

Beberapa bangunan berhasil diabadikan oleh sejumlah fotografer yang mengikuti lomba photography yang digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) dalam rangka memeriahkan hari jadi Museum dan dipamerkan di gedung Museum Deliserdang, Jumat (18/10/2019).

Terkait hal ini Kadisporabudpar Deliserdang, Faisal Arif Nasution mengakui bahwa saat ini memang masih ada beberapa cagar budaya yang memang sangat memerlukan perhatian.

Ia membantah kalau dalam hal ini sebenarnya Pemkab tidak pernah memberi perhatian. Disebut kalau saat ini kondisi bangunan cagar budaya yang kurang perhatian merupakan aset dari PTPN II.

"Memang ia masih ada (kurang perhatian) tapi ini masih menjadi aset dari PTPN II. Sebenarnya kita sudah pernah mengingatkan kepada pihak perusahaan agar setiap yang menjadi cagar budaya bisa dilestarikan. Tapi sekarang ini seperti yang kita ketahui lah kondisinya,"ujar Faisal Arif Nasution.

Mantan Camat Tanjung Morawa ini menyebut Pemkab tidak bisa berbuat banyak kalau bangunan bersejarah masih merupakan aset dari PTPN II. Dikatakannya jika memang sudah diserahkan asetnya sama Pemkab, baru kemudian pihaknya bisa mengambil banyak peran. Selama ini cagar budaya yang ada di Deliserdang terus mereka rawat agar tidak punah atau hilang fisiknya dikemudian hari.

Sementara itu Kabid Kebudayaan Disporabudpar Deliserdang, Dani Hapianto menambahkan lomba foto cagar budaya sengaja digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi Museum Indonesia tanggal 12 Oktober lalu.

Disebut ada 75 peserta yang ikut dan dari jumlah peserta itu kemudian mereka melakukan seleksi foto-fotonya menjadi 50. Untuk mendapatkan yang terbaik terus diseleksi menjadi 20 besar hingga10 besar.

"Kalau untuk tim juri ada dari akademisi maupun dan ahli sejarah. Total foto yang masuk ada 29 objek cagar budaya di Deliserdang. Sebenarnya Deliserdang memiliki potensi sehingga dapat diperdengarkan ke masyarakat umum. Karena kami paham belum tentu masyarakat tau semua cagar budaya. Tujuannya ini untuk beri informasi seluas luasnya bahwa di Deliserdang banyak cagar budaya,"kata Dani.

Dari sekian banyak cagar budaya yang ada di Deliserdang banyak fotografer yang menjepret momen di Masjid Sultan Basyaruddin di Desa Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu yang sudah berusia ratusan tahun. Masjid ini merupakan masjid peninggalan Kerajaan Serdang tahun 1845 M yang istananya pada dahulunya hanya berjarak sekitar 60 Meyer dari halaman masjid. Fotografer tampak menjepret suasana dengan sudut pandang yang berbeda- beda.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved