TRIBUN WIKI

Deretan Foto Bangunan Tua di Kota Sei Rampah yang Masuk Peninggalan Zaman Hindia Belanda

Dari cerita penduduk setempat, bahwa deretan bangunan lama di Jalan Lintas Sumatera, atau Jalan Medan-Tebingtinggi

Deretan Foto Bangunan Tua di Kota Sei Rampah yang Masuk Peninggalan Zaman Hindia Belanda
TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR
Deretan Bangunan Lama di Kecamatan Sei Rampah, yang konon kabarnya merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda, di Jalan Medan-Tebibgtinggi atau Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Serdangbedagai, hari Minggu (20/10/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, SERDANGBEDAGAI - Dari cerita penduduk setempat, bahwa deretan bangunan lama di Jalan Lintas Sumatera, atau Jalan Medan-Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai, konon kabarnya merupakan bangunan peninggalan Belanda, hari Minggu, (20/10/2019).

Kabar tersebut juga dibenarkan oleh kepala dusun I, Sri Rubiah, bahwa dari sejak zaman ia lahir bangunan tersebut sudah berdiri.

Bahkan usia bangunannya sudah sekitar kurang lebih berpuluh-puluh tahun.

Bangunan tersebut letaknya begitu strategis, dan deretan bangunan ini merupakan pusat kota Sei Rampah, serta jaraknya tidak jauh dari ibukota Kabupaten Serdang Bedagai.

Dari pantauan Tribun-Medan.com bangunan tersebut terdiri dua lantai.

Kemudian, ada beberapa ditemui yang mempergunakan lantai dua sebagai tempat tinggal dan ada pula tidak mempergunakannya sebagai tempat tinggal.

Deretan Bangunan Lama di Kecamatan Sei Rampah, yang konon kabarnya merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda, di Jalan Medan-Tebibgtinggi atau Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Serdangbedagai, hari Minggu (20/10/2019)
Deretan Bangunan Lama di Kecamatan Sei Rampah, yang konon kabarnya merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda, di Jalan Medan-Tebibgtinggi atau Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Serdangbedagai, hari Minggu (20/10/2019) (TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR)

Kemudian, lantai bawah sebagai tempat usaha. Seperti toko pakaian atau toko sembako juga usaha perjalanan dan lainnya. Karena, deretan bangunan lama Sei Rampah ini, sebagian besar merupakan bangunan berfungsi sebagai tempat jasa dan perdagangan.

Akan tetapi, dari beberapa deretan bangunan tersebut terlihat tidak terawat dan atapnya mulai roboh. Begitu juga pada dinding-dindingnya sudah mengalami keretakan serta warna cat yang sudah tak layak lagi.

Selanjutnya, status bangunan tersebut yang sudah berdiri puluhan tahun ini, konon kabarnya belum dapat diketahui sebagai bangunan satatus cagar budaya atau tidak.

Namun, menurut Badan Warisan Sumatera, Ibu Isnen, menjelaskan bahwa kriteria untuk menetapkan sebuah cagar budaya ada dalam pasal 5 UU cagar budaya nomor 11 Tahun 2010.

Deretan Bangunan Lama di Kecamatan Sei Rampah, yang konon kabarnya merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda, di Jalan Medan-Tebibgtinggi atau Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Serdangbedagai, hari Minggu (20/10/2019)
Deretan Bangunan Lama di Kecamatan Sei Rampah, yang konon kabarnya merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda, di Jalan Medan-Tebibgtinggi atau Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Serdangbedagai, hari Minggu (20/10/2019) (TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR)
Halaman
12
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved