Kadus Diminta Terapkan Wajib Lapor Pascapenangkapan Terduga Teroris di Tanjung Morawa

Para Kepala Dusun ataupun Kepala Lingkungan yang ada di Kabupaten Deliserdang dipinta untuk kembali meningkatkan kewaspadaan

Kadus Diminta Terapkan Wajib Lapor Pascapenangkapan Terduga Teroris di Tanjung Morawa
PERSDA NETWORK/BINA HARNANSA
Ilustrasi Densus 88 

TRIBUN-MEDAN.com - Para Kepala Dusun ataupun Kepala Lingkungan yang ada di Kabupaten Deliserdang dipinta untuk kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap orang-orang baru di wilayahnya.

Penegasan itu diucapkan oleh Kepala Kesatuan Bangsa (Kesbang), Togar Panjaitan ketika diwawancarai terkait adanya penangkapan dua orang terduga teroris di wilayah Kecamatan Tanjung Morawa oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Minggu, (20/10).

Disebutkan bahwa kewaspadaan perlu untuk kebaikan bersama.

" Mulai dari Kepala Desa, Kepala Dusun ataupun Kepala Lingkungan penerapan wajib lapor untuk pendatang baru wajib diterapkan saat ini. Jadi bisa tahu kita dari mana asal usul orangnya. Kalau memang orangnya mencurigai dan tidak mau bergaul ataupun bersosialisasi sama masyarakat bisa dilaporkan kepada pihak kepolisian,"ujar Togar Panjaitan.

Ia mengaku selama ini Pemkab sebenarnya sudah berupaya untuk mencegah adanya tindakan masyarakat yang terpapar paham radikalisme ataupun terorisme.

Selain melakukan seminar juga rutin dilakukan pertemuan silaturahmi. Dalam pertemuan itu selalu dijelaskan bagaimana bahaya radikalisme ataupun terorisme.

" Jadi untuk setahun seminar tentang pencegahan pemahaman radikal dan terorisme itu empat kali. Begitu juga untuk acara silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama kita buat empat kali dalam setahun. Masing-masing ada empat kali pertemuan ya kita kecewa mengapa masih ada lagi masyarakat yang bisa punya pemahaman yang seperti itu,"kata Togar Panjaitan.

Seminar ataupun kegiatan silaturahmi itu, lanjut Togar Panjaitan sengaja selalu melibatkan tokoh agama maupun tokoh masyarakat agar kemudian bisa melanjutkan pemberian pemahaman yang baik kepada masyarakat.

Penyampaian di berbagai tempat termasuk ketika di masjid diharapkan bisa terus disebutkan bagaimana bahaya pemahaman radikal ataupun terorisme tersebut.

" Ya kita terus mendorong agar ceramah di masjid-masjid hal itu bisa disampaikan. Tokoh agama dan masyarakat ya harus kita perdayakan untuk mencegah jangan ada lagi yang masih terpapar pemahaman radikalisme atau terorisme ini. Negara ini harus aman dan kondusif,"kata Togar.

Penangkapan dua orang terduga teroris di Kecamatan Tanjung Morawa oleh Densus 88 Jum,at, (18/10/2019) lalu mengejutkan banyak pihak. Keduanya itu yakni RP dan R yang masing-masing merupakan warga yang berdomisili di Desa Telaga Sari dan Desa Tanjung Morawa A.

Setelah diamankan dari tempat yang berbeda rumah kontrakan keduanya pun langsung di geledah oleh tim Densus. Meski ada yang meyakini bahwa keduanya terlibat dalam jaringan teroris namun banyak juga yang merasa ragu bahkan tidak percaya keduanya terlibat. (dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved