Tekad Lolos PON Papua, Pesilat Putri Sumut Rahmadayanti Berlatih Hampir Sepanjang Hari

Targetnya tentu adalah untuk merebut juara sekaligus lolos berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua tahun 2020.

Tekad Lolos PON Papua, Pesilat Putri Sumut Rahmadayanti Berlatih Hampir Sepanjang Hari
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Pesilat putri Sumatera Utara, Rahmadayanti 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sukses menorehkan prestasi di sejumlah ajang hingga pertengahan tahun 2019, menjadi motivasi bagi Pesilat putri Sumatera Utara, Rahmadayanti untuk menatap kejurnas Pra-PON.

Jelang Pra-PON yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta, 13 hingga 17 November mendatang, Lulusan Ilmu Keolahragaan UNIMED ini tengah fokus berlatih dan mempersiapkan diri.

Targetnya tentu adalah untuk merebut juara sekaligus lolos berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua tahun 2020. Torehan medali perunggu pada PON Jabar 2016 lalu jadi modal penting baginya untuk kembali meraih prestasi.

"Target raih juara. Kuncinya main baik, dan
Lolos PON," ujarnya kepada Tribun Medan,

Sebulan Jelang Pra-PON, gadis yang akrab disapa Rahma ini mengaku masih perlu lebih mengasa teknik bertarungnya lagi. Apalagi tahun ini dia akan naik berlaga di kelas D yakni 60-65 kg dimana empat tahun lalu bertanding di kelas C. Diakuinya Persaingan lolos tentu tidak mudah apalagi untuk dapat tiket PON harus bisa meraih juara 1-3.

Karena itu, dirinya harus terus berlatih meningkatkan kemampuan. Selain itu, mental bertandingnya juga masih harus diperkuat, khususnya untuk melawan atlet-atlet pulau Jawa. Sedangkan soal fisik menurutnya sudah lebih baik meski harus terus dijaga kualitasnya.

"Saya sekarang tengah fokus persiapan Pra-PON. Latihan sekarang sudah dah tiga kali sehari, mulai pagi jam 7, siang sekitar jam 11 dan sore jam 4. Jadi selama persiapan Pra-PON saya ijin cuti bekerja dan tinggal di asrama PPLP Sumut karena jarak rumah jauh," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Rahma, untuk semakin memantapkan persiapan, pengprov Ikatan pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumut juga telah mendatangkan tambahan pelatih asal Jawa Barat. Dilatih pelatih baru, Rahma mengakui banyak mendapat ilmu dan pengalaman. Menurut Rahma, pelatih baru mereka tersebut mampu membangkitkan naluri pendekar serta keberanian dalam pertarungan.

"Pelatih sekarang sepertinya lebih menekankan pada keberanian terhadap lawan dan kegarangan bertarung atletnya di gelanggang. Karena kalau teknik dan taktik sudah sama dan punya semua. Jadi keberanian itu tumbuh karena selama ini kalau sudah lawan dari atlet pulau Jawa mungkin ada rasa gentar," ungkap peraih medali perunggu porwil Sumatera 2015 ini.

Agar kondisi tubuhnya tetap prima selama latihan, Rahma mengaku rajin mengonsumsi vitamin. Namun yang lebih utama Atlet putri kota Medan ini tetap mengonsumsi buah-buahan. Dia berharap bisa tetap dalam kondisi baik untuk bisa bertanding maksimal di kejurnas nanti.

"Kalau empat tahun lalu saya turun kelas C, tapi tahun ini naik kelas D (60-65kg) jadi belum terlalu tahu kekuatan lawan. Yang pasti semua perlu diwaspadai, diantaranya Jogja, Banten, dan Sumbar," pungkas peraih medali emas Porprov Sumut 2019 ini.

Biofile:
Nama: Rahmadayanti
TTL: Medan, 17 Februari 1996
Ayah: M Taufik
Ibu: Lindawati
Lulusan: Ilmu Keolahragaan UNIMED

Prestasi:
- Medali Emas Porkot Medan 2013
- Medali Perunggu, Porwil Sumatera 2015
- Medali Perunggu, PON Jabar 2016
- Medali Emas Porprov Sumut 2019

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved