Pelantikan Jokowi & Maruf Amin
Yusril Ihza Mahendra Menteri Hukum dan HAM? Yusril Minta Maaf, Ungkap Persoalan 5 Tahun Pemerintah
Yusril Ihza Mahendra Menteri Hukum dan HAM? Yusril Minta Maaf, Ungkap Persoalan 5 Tahun Pemerintah
Yusril Ihza Mahendra Menteri Hukum dan HAM? Yusril Minta Maaf, Ungkap Persoalan 5 Tahun Pemerintah
TRIBU N-MEDAN.com - Yusril Ihza Mahendra Menteri Hukum dan HAM? Yusril Minta Maaf, Ungkap Persoalan 5 Tahun Pemerintah.
//
Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra enggan menanggapi kemungkinan namanya masuk dalam jajaran menteri di Kabinet Kerja jilid kedua.
Baca: Debat Panas Rocky Gerung dengan Politisi Gerindra Minta Jatah 3 Menteri ke Jokowi,Gak Malu, Videonya
Baca: Kronologi & Penyebab Mobil Lamborghini Aventador Raffi Ahmad Terbakar, Foto-foto dan Kata Polisi
Hal itu disampaikan Yusril menanggapi masuknya nama dia dalam daftar calon Menteri Hukum dan HAM di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Lebih baik enggak usah dijawab ya. Minta maaf saya," ujar Yusril saat dihubungi, Sabtu (18/10/2019).
Nama Yusril sempat dalam dokumen hoaks berisikan nama-nama menteri Jokowi di kabinet periode kedua.
Dalam draf tersebut, Yusril didapuk sebagai Menteri Hukum dan HAM.
Baca: Viral Video Detik-detik Mobil Lamborghini Raffi Ahmad Terbakar, Kronologi dan Penjelasan Polisi
Baca: Link Live Streaming Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Hari Ini, Susunan Lengkap Acara
Dalam wawancara khusus bersama Kompas.com di kantornya, Jumat (12/7/2019), Yusril mengakui banyak pihak yang berspekulasi ia akan masuk ke dalam kabinet.
Namun, hingga saat ini ia dan Presiden Jokowi belum pernah membicarakan secara spesifik tentang posisinya di kabinet Jokowi-Ma'ruf.
Meski demikian, ia tak akan menolak bila ditawari menjadi menteri.
"Saya sendiri enggak mengajukan apa-apa. Cuma saya pikir kalau misalkan diminta, mungkin saya tidak menolak. Karena saya melihat banyak sekali masalah yang harus ditangani," tutur Yusril.
Baca: Kasus Munir Sejarah SBY, Kini Kasus Novel Baswedan Beban Era Jokowi, Pelaku tak Terungkap
Ia menilai banyak persoalan yang harus diselesaikan pada lima tahun ke depan di pemerintahan Jokowi, terutama di bidang hukum.
Ia mengungkapkan, sejatinya ia juga pernah diminta oleh Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di periode kedua untuk masuk ke kabinet.
Namun, Yusril menolak.
"Banyak persoalan-persoalan hukum yang sebenarnya terlewatkan sama lima tahun SBY, lima tahunnya Jokowi. 10 tahun. Kalau dulu saya masih di Setneg mungkin bisa saya teriak-teriakin Menkumhamnya," ujar Yusril.
"Apa lagi zamannya Pak Hamid Awaludin. Dengan saya kan kawan betul. Masalah yang paling pokok barang kali adalah kepastian hukum dan harmonisasi hukum. Berantakan betul," lanjut dia.
Baca: Kronologi & Penyebab Mobil Lamborghini Aventador Raffi Ahmad Terbakar, Foto-foto dan Kata Polisi
Baca: Debat Panas Rocky Gerung dengan Politisi Gerindra Minta Jatah 3 Menteri ke Jokowi,Gak Malu, Videonya
Yusril lantas mencontohkan keruwetan hukum di Indonesia di sektor investasi.
Dalam pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), misalnya, ia melihat program tersebut tak berjalan lantaran terhambat persoalan hukum.
Dalam program tersebut, investor asing diizinkan memiliki lahan dan mendapat tax holiday (keringanan pajak). Namun saat dijalankan ternyata tidak bisa.
Sebab, Undang-undang Pokok Agraria melarang pihak asing memiliki lahan di Indonesia.
Selain itu, dalam prakteknya, tax holiday tak bisa diberlakukan dalam KEK.
"Akhirnya enggak jalan. Bisa jalan tapi nabrak. Ujung-ujungnya nanti jadi korupsi, Kalau lima tahun ini dibiarin, rusak ini semua. Itu satu, dari segi investasi," ujar Yusril.
Di sisi lain, Yusril menyatakan kepastian hukum juga menjadi akibat dari carut-marutnya sistem hukum di Indonesia.
Ia menilai, banyak penindakan kasus korupsi yang dipaksakan lantaran pengertian keuangan negara yang bertentangan satu sama lain.
"Jadi menurut saya banyak masalah hukum. Orang asing datang ke sini bingung. Kita sendiri menegakkan hukum bingung. Masa definisi keuangan negara ada 22. Nanti terserah. Kalau KPK yang paling sadis bunyinya yang dia pakai," ujar Yusril.
Saat ditanya posisi apa yang cocok baginya di kabinet untuk membenahi persoalan hukum di Indonesia, ia mengatakan pos tersebut ada di Menteri Hukum dan HAM.
"Lebih banyak di Kumham (Hukum dan HAM)," kata Yusril.
Baca: Debat Panas Rocky Gerung dengan Politisi Gerindra Minta Jatah 3 Menteri ke Jokowi,Gak Malu, Videonya
Baca: Kronologi & Penyebab Mobil Lamborghini Aventador Raffi Ahmad Terbakar, Foto-foto dan Kata Polisi
(*)
Artikel ini dikutip dari kompas.com
Yusril Ihza Mahendra Menteri Hukum dan HAM? Yusril Minta Maaf, Ungkap Persoalan 5 Tahun Pemerintah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/yusril-ihza22.jpg)