2.000 Orang Pengungsi Tinggal di Medan, Pemko Diminta Segera Bentuk Tim Satgas

Jumlah pengungsi di Kota Medan hingga saat ini mencapai 2.000 orang, dan ini merupakan jumlah yang sangat besar di Indonesia.

2.000 Orang Pengungsi Tinggal di Medan, Pemko Diminta Segera Bentuk Tim Satgas
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Sejumlah imigran berunjuk rasa di depan kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), di Jalan Imam Bonjol, Medan, Sumatera Utara, Jumat (23/8/2019).Tribun Medan/Riski Cahyadi 

TRIBUN-MEDAN - Guna meminimalisir pengungsi dari luar negeri yang ada di Kota Medan, Pemko Medan siap membantu dan mendukung dilakukannya penanganan pengungsi dari luar negeri yang saat ini berada di Kota Medan.

Melalui rapat ini diharapkan para pengungsi dapat kembali secepatnya ke negaranya mereka masing-masing.

Hal ini diungkap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan Sulaiman Harahap bersama Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Masrul Bahri saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dalam Rangka Monitoring dan Evaluasi Penanganan Pengungsi dari luar negeri yang berada di Kota Medan, di Hotel J W Marriott Medan, Jumat (18/10).

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Pengungsi Chairul Anwar, didampingi Dit Sabara Baharkam Polri, Dit Polisi Air Baharkam Polri, dan Dit Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri.

Dikatakan Sulaiman, keadaan para pengungsi luar negeri yang ada di Kota Medan saat ini dalam keadaan aman dan kondusif. Ia juga mengatakan akan segera membentuk tim Satgas untuk melakukan identifikasi dan penanganan terhadap para pengungsi, di mana tim ini meliputi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan.

Sejumlah imigran berunjuk rasa di depan kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), di Jalan Imam Bonjol, Medan, Sumatera Utara, Jumat (23/8/2019).Tribun Medan/Riski Cahyadi
Sejumlah imigran berunjuk rasa di depan kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), di Jalan Imam Bonjol, Medan, Sumatera Utara, Jumat (23/8/2019).Tribun Medan/Riski Cahyadi (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

"Sebelumnya, Pemko Medan telah menampung sebagian para pengungsi dan telah ditempatkan di tempat penampungan sementara, yakni di Family Kos Jalan Sei Batu Gingging. Dan ada satu tempat lagi yang akan dijadikan tempat penampungan, tetapi untuk sementara belum terlaksana mengingat bahwa untuk menempatkan para pengungsi ke tempat yg baru sedikit lebih sulit. Karena harus melakukan rapat dengan pihak kecamatan setempat," ujar Sulaiman.

Sebelumnya, dalam rapat tersebut Chairul menyebutkan, bahwa jumlah pengungsi di Kota Medan hingga saat ini mencapai kurang lebih 2.000 orang, dan ini merupakan jumlah yang sangat besar di seluruh wilayah Indonesia.

Di samping itu, Chairul menjelaskan ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah para pengungsi luar negeri di Kota Medan, yakni mempercepat penempatan ke negara penerima dan memulangkan mereka dengan cara sukarela

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan karena telah menangani para pengungsi dengan baik. Saya juga meminta kepada seluruh pihak agar segera mendata jumlah para pengungsi itu sendiri dan segera mendata untuk percepatan kepindahan mereka, baik ke negara penerima maupun ke negara mereka sendiri," ujar Chairul.

Rakor ini turut dihadiri perwakilan dari Kelompok Ahli Bidang Inteligen, Ahli Bidang Imigrasi, dan Bidang Hak Asasi Manusia serta intansi terkait lainya seperti perwakilan OPD di lingkungan Provinsi Sumut, Polrestabes Medan, Rumah Detensi Imigrasi Medan, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), dan International Organization for Migration (IOM).(*/cr17)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved