500 Remaja dari Berbagai Daerah Ikuti Seleksi Magang Ke Jepang

Kedatangan para remaja berkepala plontos ini bertujuan mengikuti seleksi magang ke Japan.

500 Remaja dari Berbagai Daerah Ikuti Seleksi Magang Ke Jepang
TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Para remaja yang baru menyelesaikan pendidikan di bangku SMA sederajat mengikuti seleksi, Senin (21/10/2019). 

Ketika awak media menanyakan kepada salah satu peserta Seleksi Magang ke Jepang Diki Septiawan (20), ia mencoba mencari pekerjaan ke Jepang.

"Sebelumnya, saya belum pernah bekerja di Jepang. Jadi saya pengen bekerja di Jepang, agar saya bisa menyenangkan hati orang tua dan bisa buka usaha seaya sudah tidak bekerja lagi di Jepang.
Ketika saya melihat dari Media Sosial, ternyata banyak lowongan pekerjaan di Jepang. Makanya keinginan saya, pengen bekerja di Jepang," ungkapnya.

Diki Septiawan lulusan SMK Negeri 2 Medan yang ingin mau bekerja di Jepang.

"Karena di Kota Medan sangat sulit mencari sebuah pekerjaan dengan tamatan SMK, maka itu saya pengen mencari pekerjaan di Jepang," lanjutnya.

Tidak hanya pria berkepala plontos ini, Yolandia boru Rajaguguk (19) LPK dari Kabupaten Tapanuli Utara warga Sidikalang, mengatakan bahwa tergiur dengan tawaran gaji yang tinggi.

"Saya ingin bekerja di Jepang karena disiplin sangat tinggi dan gajinya pun sangat tinggi juga dibandingkan di Indonesia. Memang saya mendengar dari saudara saya yang masih bekerja di Jepang, bahwa di Jepang pekerjaannya sangat bagus, gajinya pun sangat tinggi. Di sana pun sangat sejuk dan bersih dibandingkan dengan Indonesia yang begitu ramai penduduknya,"terangnya

Lebih lanjut dijelaskan wanita yang mengikat rambutnya ini, memang sangat berat masuk untuk bekerja di Jepang.

"Saat ini, kami masih dalam rekrut baru kami mengikuti Ujian Bahasa, setelah lulus dari Ujian Bahasa baru menunggu panggilan untuk Pelatihan tahap satu di Daerah, terakhir mengikuti Pelatihan tahap kedua di Jakarta. Sangat banyak tantangan bagi saya sendiri untuk mengikuti Ujian Seleksi Magang ke Jepang. Dengan usaha saya yang sudah hampir 1 tahun LPK di Taput, masih banyak yang mengikuti Ujian Seleksi,"tutupnya.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved