GERINDRA Gabung Koalisi Pemerintah, Jatah PDIP Dikurangi, Update Menteri Kabinet Kerja Jilid II

"Namun dengan bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintah, kemungkinan formasi susunan kabinet akan berubah menjadi seperti itu, 5-3-3-1-1."

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
kompas tv
GERINDRA Gabung Koalisi Pemerintah, Jatah PDIP Dikurangi, Update Menteri Kabinet Kerja Jilid II . Capres dan cawapres dalam Pemilu Presiden 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memberikan salam hormat saat Presiden Joko Widodo menyapa mereka. 

GERINDRA Gabung Koalisi Pemerintah, Jatah PDIP Dikurangi, Update Menteri Kabinet Kerja Jilid II

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan susunan Kabinet Kerja Jilid II pada Senin (21/10/2019) pagi ini.

"Saya akan kenalkan menteri, yang telah kita pilih.

Pagi akan dikenalkan, setelah itu akan dilantik," ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Jokowi mengatakan menyediakan sekitar 16 menteri yang berasal dari kalangan partai politik.

"Ya kurang lebih (menteri dari partai politik 16 orang). Saya belum ngitung. Kurang lebih," ucap Jokowi.

Namun Jokowi tidak memerinci pos kementerian mana yang bakal diisi kader partai politik.
Jokowi juga enggan menjawab apakah partai nonkoalisi juga mendapat jatah menteri di kabinetnya.

Ketua Umum Kelompok Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, mengatakan Gerindra, menjadi satu-satunya partai di luar koalisi Jokowi-Ma'ruf yang masuk ke dalam pemerintahan untuk lima tahun ke depan.

Hal tersebut dikatakan Immanuel Ebenezer setelah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

"Di-iya-kan oleh presiden, presiden menegaskan bahwa Gerindra masuk (koalisi)," kata Imannuel di komplek Istana Kepresidenan.

Menurutnya, hanya Partai Gerindra yang bergabung dengan pemerintahan saat ini. 

Sementara Partai Demokrat dan PAN tidak mendapatkan restu dari Jokowi.

"Yang jelas partai selain Gerindra tidak ada (yang gabung lagi). Tapi, ya hampir semua partai ini mau masuk, mereka pengennya masuk, tapi presiden punya pertimbangan, enggak bisa," ujarnya.

"Tadi presiden menegaskan, kalau semua masuk dalam pemerintahan itu tidak baik dalam demokrasi," sambung Immanuel.

Ia bersama relawan pendukung Jokowi mengaku sebenarnya kecewa dengan masuknya Gerindra ke dalam partai koalisi pendukung Jokowi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved