Jokowi Umumkan Menteri Kabinet, Mahfud MD dan Nadiem Makarim Tiba di Istana Pakai Baju Putih

Mereka yang hadir antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan bos Go-Jek Nadiem Makarim.

Terakhir, ia menjawab pertanyaan perihal kesiapannya apabila ditunjuk menjadi menteri.

'Saya gak mau berandai-andai, belum tahu siap disuruh apa," jawabnya.

Saat wartawan menyinggung kemungkinan dirinya ditunjuk memimpin Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Wishnutama hanya tertawa dan menunjuk sang jurnalis.

ERICK THOHIR DIPANGGIL JOKOWI

Erick Thohir menjadi salah satu sosok yang bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Senin (21/10/2019) siang, di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Erick masuk ke dunia politik praktis ketika dipercaya menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Setelah TKN dibubarkan, namanya kembali moncer ketika dipercaya menjadi Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018.

Setelah itu, nama Erick kurang terdengar lagi hingga dipanggil Jokowi pada Senin ini dan turut meramaikan pemberitaan mengenai calon menteri.

Meski demikian, belum diketahui, pos kementerian mana yang akan diisi oleh Erick.

Hingga pukul 11.33 WIB, Erick juga belum keluar dari Istana Kepresidenan. Ia dikabarkan masih menunggu antrean untuk bertatap muka dengan Presiden Jokowi.

Seusai bertemu Jokowi, Mahfud MD mengakui ia ditunjuk sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo.

Hal itu ia sampaikan kepada wartawan seusai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

"Menjadi salah seorang menteri, dilantik Rabu," kata Mahfud.

Namun, Mahfud mengaku tidak diberi tahu ia menjadi menteri apa.

Namun, ia menyebut diajak berdiskusi oleh Jokowi seputar masalah penegakan hukum, HAM, pemberantasan korupsi, hingga deradikalisasi.

"Bisa di (sektor) hukum, politik, agama. Kan saya selama ini memang disebut sebut jadi Kumham, Jaksa Agung, Menteri Agama," ucap dia.

Mahfud pun mengaku siap membantu Jokowi dan Ma'ruf Amin. Ia siap ditempatkan di pos apa pun.

Senada Nadiem Makarim ditunjuk Jokowi sebagai menteri di kabinet kerja jilid 2.

Hal itu diakui Nadiem usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2019).

"Saya merasa ini kehormatan saya diminta bergabung ke kabinet dan saya menerima," kata Nadiem.

Nadiem mengaku siap berinovasi di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Nadiem mengaku sudah diberitahu akan menjadi menteri apa.

Namun ia enggan membocorkan ke wartawan.

"Itu hak prerogatif presiden untuk umumkan," kata dia.

Nadiem pun mengaku ia sudah mundur dari Gojek, bisnis start up yang ia dirikan.

"Pasti di Go-jek sudah mundur.

Tidak ada posisi dan kewenangan apapun di Gojek," ujarnya.

Relawan Jokowi Kecewa

Sebelumnya, kelompok Relawan Jokowi merasa kecewa atas keputusan Presiden Jokowi setelah bertemu pada Minggu (20/10/2019) malam.

Kekecewaan itu dilatari sikap politik Jokowi terkait masuknya Partai Gerindra di gerbong koalisi pemerintah.

Selain itu, Gerindra pun mendapat jatah menteri di Kabinet Kerja Jilid II.

Ketua Umum Kelompok Relawan Jokowi Mania, Imannuel Ebenezer menyebut, dalam pertemuan itu Jokowi sudah mengungkapkan bahwa ada perwakilan dari Partai Gerindra yang masuk kabinet.

"Di-iya-kan oleh presiden, presiden menegaskan bahwa Gerindra masuk," kata Imannuel usai pertemuan, Minggu malam.

Imannuel pun mengaku agak kecewa dengan langkah Jokowi yang mengajak Gerindra masuk. Sebab, Gerindra dan ketua umumnya Prabowo Subianto adalah rival Jokowi sejak 2014 hingga 2019.

"Kita sebetulnya sedikit kecewa ya, karena apalagi kaya saya, yang langsung head to head dengan kelompok mereka di bawah," kata Immanuel.

Baca: Kisah Dibalik Marshanda dan Ariel Tatum yang Blak-blakan Berjuang Atasi Gangguan Mental

Baca: Inilah Ungkapan Kecewa Relawan Jokowi soal Jatah Gerindra di Kabinet

Namun, Immanuel mengaku seluruh relawan menghormati keputusan Presiden itu.

Menurut Immanuel, Jokowi juga mengungkapkan bahwa selain Gerindra, tak ada partai oposisi lain yang masuk kabinet.

"Yang jelas partai selain Gerindra tidak ada. Tapi, ya hampir semua partai ini mau masuk, mereka pengennya masuk. Tapi presiden punya pertimbangan, enggak bisa," kata Immanuel.

"Tadi presiden menegaskan kalau semua masuk dalam pemerintahan itu tidak baik dalam demokrasi, itu tidak baik dalam demokrasi. Presiden menegaskan itu," sambungnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "LIVE STREAMING: Jokowi Umumkan Kabinet Kerja Jilid 2"

Editor: Juang Naibaho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved