Partai Hidup Mati PSMS Medan, Sore Ini Bentrok dengan Aceh Babel United di Stadion Teladan

PSMS Medan akan menjalani partai hidup mati bersua Aceh Babel United dalam laga pamungkas putaran kedua Liga 2

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Selebrasi pemain PSMS Medan Tri Handoko seusai mencetak gol ke gawang Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Liga 2, di Stadion Langsa, Aceh, Kamis (17/10/2019). PSMS Medan berhasil menang tipis atas Persiraja Banda Aceh dengan skor 1-0. 

TRIBUN-MEDAN.com MEDAN - PSMS Medan akan menjalani partai hidup mati bersua Aceh Babel United dalam laga pamungkas putaran kedua Liga 2 di Stadion Teladan, Senin (21/10/2019) sore ini.

Tim Ayam Kinantan wajib menang jika ingin lolos ke babak delapan besar. Mengingat ada tiga tim yang berpeluang untuk lolos selain PSMS yakni PSCS Cilacap dan Perserang Serang.

Bersua Babel United, Pelatih PSMS, Jafri Sastra menyebut timnya kurang melakukan persiapan.

Mereka tak punya banyak waktu baik recovery maupun mematangkan strategi setelah pulang dari Langsa kemarin.

Namun, Jafri mengusung terasa wajib menang bersua Babel United nanti.

“Kita bisa dibilang persiapan kurang maksimal karena waktu yang sangat singkat antara pertandingan yang satu dengan yang lainnya ya. Apapun itu, tidak bisa kita jadikan alasan untuk bisa kita tampil all out besok. Tidak ada kamus lain lagi selain kamus harus menang. Karena hanya itu yang bisa membuat kita lolos ke babak 8 besar,” ujar Jafri, Senin (21/10/2019).

Menghadapi Babel United, PSMS belum bisa menurunkan beberapa pemain pilarnya.

Seperti Bruno Casimir yang terkena akumulasi kartu.

Kemudian Winger mereka Rendi Sahputra masih dalam proses pemulihan cedera.

“Ada beberapa pemain yang pasti tidak bisa dihadirkan di lapangan. Yang pasti ada dua pemain yang tidak bisa tampil Bruno dan Satria tama. Kemudian dua pemain cidera yaitu Rendi dan juga Handoko juga ada masalah dengan betisnya. Kemungkinan itu tidak bisa kita prioritaskan untuk main. Tapi, selepas itu semuanya pemain dalam kondisi baik dan bagus,” bebernya.

Mantan Pelatih PSIS Semarang ini tak ada kata lain selain menekankan kepada pemain untuk menang lawan Babel United nanti.

Ia selalu memotivasi pemain dan mengatakan nasib PSMS ada ditangan pemain jika ingin lolos.

“Bentuk motivasi harus menang untuk lolos, tidak ada lagi. Kita yang menentukan nasib kita sendiri, jangan bergantung pada pertandingan lain. Nanti partai final, partai yang pastinya pertandingan terakhir yang sangat menentukan bagi tim PSMS. Makanya, anak-anak yang main harus all out,” pungkasnya.

(lam/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved