Rehabilitasi Fasum dan Fasos Pengungsi Sinabung Dikerjakan Lewat Karya Bakti TNI, Ini Kata Pangdam

Kami dari TNI bersama unsur lain yang ada di Sumut, menilai membantu masyarakat terdampak Sinabung itu penting.

Rehabilitasi Fasum dan Fasos Pengungsi Sinabung Dikerjakan Lewat Karya Bakti TNI, Ini Kata Pangdam
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Pangdam I/BB Mayjen TNI M.S Fadhilah (tengah), bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto (baju cokelat), dan Bupati Karo Terkelin Brahmana (baju putih), melakukan peletakan baru pertama pembangunan Fasum dan Fasos Pengungsi Sinabung, di Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat, Senin (21/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Dalam perencanaan pemulangan sebagian pengungsi yang desanya sudah tidak masuk ke dalam zona merah, terlebih dahulu dilakukan perbaikan atau rehabilitasi fasilitas yang ada di desa-desa tersebut.

Perbaikan ini, dilakukan dengan bantuan lewat program karya bakti TNI dari Kodam I/BB.

Panglima Kodam I/BB Mayjen TNI M.S Fadhilah menjelaskan, jika sesuai dengan pimpinan TNI yang berkeinginan melakukan bakti sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dirinya mengatakan, TNI bersama unsur yang lain mulai dari Polri dan pemerintah yang ada di Sumatera Utara, menilai penanganan bencana alam Gunung Sinabung masih dianggap penting.

"Kami dari TNI bersama unsur lain yang ada di Sumut, menilai membantu masyarakat terdampak Sinabung itu penting. Makanya karya bakti tahun 2019 ini dilakukan untuk warga yang terpapar erupsi Gunung Sinabung," ujar Fadhilah, di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Senin (21/10/2019).

Fadhilah mengatakan, lewat karya bakti ini dimaksudkan untuk membentuk rasa kebersamaan dan gotong royong semua elemen masyarakat, mulai dari TNI, Polri, pemerintahan, dan masyarakat.

"Artinya, kita semua ingin bergandengan tangan untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik lagi," katanya.

Dirinya mengungkapkan, proses pengerjaan rehabilitasi desa-desa yang akan dipulangkan diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu satu bulan. Ia menyebutkan, walaupun kegiatan ini merupakan karya bakti TNI, namun seluruh pihak turut serta membantu.

"Personel yang turun dari unsur TNI berkisar 100 orang, Polri juga kurang lebih 100 personel, dan dibantu juga dari pemerintahan lewat BPBD Sumut dan kabupaten," ungkapnya.

Seperti diketahui, pasca turunnya status Gunung Sinabung dari level awas menjadi siaga pada bulan Mei lalu, ada lima desa yang sudah tidak termasuk ke dalam zona merah lagi. Adapun kelima desa tersebut ialah, Desa Jeraya, Desa Tiga Pancur, Desa Kuta Tengah, Desa Pintu Besi, dan Desa Kuta Gugung. 

Bupati karo Terkelin Brahmana, berharap dengan adanya kegiatan yang dicanangkan untuk membantu meringankan beban para pengungsi ini, dapat berjalan dengan lancar. Dirinya juga berharap, memaksa kegiatan ini dapat membantu warga pengungsi untuk menata kehidupannya kembali seperti sedia kala.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved